Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Viral Tingkah Aneh Catherine Wilson, Begini Efek Penggunaan Sabu

Pengguna sabu berpotensi menderita mengalami kerusakan otak, termasuk kehilangan ingatan dan meningkatnya ketidakmampuan untuk memahami pikiran.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  15:51 WIB
Model Catherine Wilson (tengah).
Model Catherine Wilson (tengah).

Bisnis.com, JAKARTA - Video Catherine Wilson di acara Ini Talk Show tengah viral dan menjadi perbincangan. Pasalnya, dalam video itu Catherine Wilson diduga dalam pengaruh obat. Bahkan tak sedikit netizen menyebut artis tersebut tengah “nge-fly” walaupun belakangan dibentak manajernya.

Lepas dari sikap Catherine di layer kaca, memang narkoba memberi efek yang buruk bagi tubuh, tak terkecuali sabu.

Melansir dari Drug Free World, Jumat (24/7/2020), efek jangka pendek yang ditimbulkan setelah mengonsumsi sabu yakni perilaku aneh, tak menentu, dan terkadang kasar.

Efek lainnya yakni kehilangan selera makan, pelebaran pupil, mual, halusinasi, hipereksitabilitas, mudah marah, panik dan psikosis, pola tidur terganggu. Kemudian terjadi peningkatan detak jantung, tekanan darah, suhu tubuh, kejang-kejang hingga kematian akibat dosis tinggi

Jika terus digunakan, sabu dapat mengurangi perasaan lapar secara alami dan membuat pengguna mengalami penurunan berat badan yang ekstrim.

Dalam jangka panjang, penggunaan sabu dapat menyebabkan kerusakan permanen seperti peningkatan denyut jantung dan tekanan darah; kerusakan pembuluh darah di otak yang dapat menyebabkan stroke atau detak jantung tidak teratur yang pada gilirannya dapat menyebabkan kardiovaskular, kolaps atau kematian; kerusakan hati, ginjal dan paru-paru.

Pengguna mungkin menderita kerusakan otak, termasuk kehilangan ingatan dan meningkatnya ketidakmampuan untuk memahami pikiran. Mereka yang pulih biasanya mengalami kehilangan memori dan perubahan suasana hati yang ekstrem.

Dalam penggunaan sabu, ada yang dikenal dengan istilah sakaw. Melansir Hallo Sehat, sakau atau sakaw alias putus obat, adalah gejala tubuh yang terjadi akibat pemberhentian pemakaian obat secara mendadak, atau akibat penurunan dosis obat secara drastis sekaligus.

Gejala sakau narkoba meliputi gejala emosional dan fisik, yaitu kecemasan, gelisah, mudah marah, insomnia, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, dan depresi.

Gejala dan kronologis waktu dari sakaw akan berbeda untuk setiap obat, tergantung dari bagaimana mereka berinteraksi dengan otak dan fungsi tubuh. Narkoba diserap oleh tubuh dan bisa tetap aktif dalam jangka waktu yang berbeda pula.

Karena sakaw umumnya memuncak setelah beberapa hari dari dosis terakhir, detoksifikasi adalah metode utama pemulihan diri dari ketergantungan dan gejala sakau, serta mencegah potensi kambuh menyandu, dengan membuang sisa obat-obatan terlarang dalam tubuh.

Program detoksifikasi bisa dilakukan dengan rawat jalan atau rawat inap di pusat rehabilitasi narkoba. Namun, rehab rawat inap adalah pilihan yang paling cocok agar pasien bisa mengontrol dan mengelola gejala sakau dan ngidam, yang akan jadi sangat kuat selama detoks, dengan pengawasan ketat tim medis profesional.

Program ini menawarkan pemantauan medis atas sakau, membantu pasien tetap aman, dan senyaman mungkin selama menjalani rehabilitasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

narkoba ganja
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top