Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Hasil Uji Klinis Hidroksiklorokuin Pada Pasien Rawat Jalan Virus Corona Aman

Penelitian hidroksiklorokuin sebelumnya telah melaporkan peningkatan efek samping jantung yang dilaporkan terkait penggunaan HCQ dan Azithromycin yang dikombinasikan.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 28 Juli 2020  |  17:00 WIB
Obat Hydroxychloroquine. - Istimewa
Obat Hydroxychloroquine. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Pandemi Covid-19 masih berlangsung dan terus menginfeksi orang di seluruh dunia. Para peneliti terus berupaya mengembangkan vaksin yang aman dan efektif digunakan untuk memerangi virus dan penyakit baru ini.

Dilansir dari News Medical Net, Selasa ((28/7) sebuah penelitian baru yang dipublikasikan di medRxiv menyatakan penggunaan hidroskiklorokuin (HCQ) bagi pasien rawat jalan dalam uji klinis, aman tanpa faktor risiko tinggi dengan efek samping gastrointestinal. Secara umum tidak ada hasil buruk yang fatal.

Profil Positif, Efek Samping Negatif

HCQ telah terbukti memiliki aktivitas antivirus in vitro terhadap SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 dan menghambat replikasi virus. Namun, bukti kuat terkait aktivitasnya dalam pengobatan atau pencegahan penyakit ini masih belum konkret sejauh ini.

Untuk alasan ini, World Health Organization (WHO) dan beberapa organisasi kesehatan lainnya sedang melakukan penelitian tentang keamanan dan kemanjuran obat ini, baik dalam kasus tanpa gejala atau kasus dengan gejala ringan serta pasien yang dirawat di rumah sakit.

Penelitian sebelumnya telah melaporkan peningkatan efek samping jantung yang dilaporkan terkait penggunaan HCQ dan Azithromycin yang dikombinasikan. Hal ini menyebabkan pencabutan otoritas darurat yang dikeluarkan oleh US Food and Drug Authority (FDA) untuk penggunaan HCQ pada pasien parah.

Ketika itu, dilaporkan bahwa hidroksiklorokuin dan klorokuin dapat menyebabkan irama jantung yang tidak normal seperti perpanjangan interval QT dan takikardia ventrikel. Sebagian besar episode ini terjadi ketika HCQ digunakkan dengan obat aritmogenik lain, digunakan dalam jangka waktu lama, atau pada dosis berlebih.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obat Virus Corona
Editor : Novita Sari Simamora
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top