Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wow! Kuliner Rumahan yang Dimulai Saat WFH, Beromzet Puluhan Hingga Ratusan Juta

Berbagai inovasi dan strategi marketing yang dijalankan oleh pelaku usaha kuliner rumahan. Inovasi pun tak hanya terbatas pada cita rasa saja tetapi juga packaging, proses marketing, hingga pelayanan yang diberikan.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 01 Agustus 2020  |  11:06 WIB
Kuliner dengan bahan baku ayam tidak pernah mati. Konsumsi ayam goreng hingga geprek menjadi favorit di Indonesia - Novita Sari Simamora
Kuliner dengan bahan baku ayam tidak pernah mati. Konsumsi ayam goreng hingga geprek menjadi favorit di Indonesia - Novita Sari Simamora

Bisnis.com, JAKARTA – Persaingan bisnis kuliner di bidang makanan dan minum kini makin kreatif. Tak sedikit masyarakat yang selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akibat pandemi virus corona (Covid-19) mengisi waktu sekaligus menyalurkan hobi memasaknya dengan menjalankan bisnis kuliner.

Biasanya, mereka yang menjalankan bisnis kuliner rumahan ini menerapkan sistem preorder, artinya produk baru akan dibuat setelah ada pesanan dari pelanggan. Meski hanya rumahan, tetapi bisnis tersebut ternyata tak bisa dipandang sebelah mata.

Bisma Adi Putra, F&B Consultant yang menangani lebih dari 160 outlet kuliner menemukan fakta bahwa tak sedikit pelaku usaha kuliner skala rumahan yang bisnisnya baru berjalan sekitar tiga hingga lima bulan terakhir ini, mampu membukukan omzet yang cukup fantastis.

“Ternyata, banyak diantara pelaku usaha kuliner rumahan tersebut yang bisa mendapatkan omzet hingga puluhan juta bahkan ada yang menembus 100 jutaan per bulan,” ujarnya.

Hal tersebut tidak lepas dari berbagai inovasi dan strategi marketing yang dijalankan oleh pelaku usaha kuliner tersebut. Inovasi pun tak hanya terbatas pada cita rasa saja tetapi juga packaging, proses marketing, hingga pelayanan yang diberikan.

Beberapa diantaranya ada yang akhirnya fokus dan meneruskan bisnis tersebut, tetapi tidak sedikit pula yang ketika pemerintah mulai melonggarkan PSBB dan para pekerjan kembali bekerja, mereka keteteran dengan bisnis yang dijalankan sehingga terpaksa menghentikan usahanya.

“Sebetulnya dari segi kesempatan atau landscape bisnis ini masih seru dan prospektif, tapi ya balik lagi ini akan menjadi seleksi alam,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kuliner Virus Corona Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bekerja dari rumah
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top