Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

6 Cara Membuat Anak Mau Berolahraga

Atau mungkin dia merasa sulit untuk mengikuti anak-anak lain seusianya. Apa pun alasannya, mungkin sulit untuk memotivasi anak untuk berolahraga saat ia tidak tertarik.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 12 Agustus 2020  |  17:01 WIB
Ilustrasi anak olahraga
Ilustrasi anak olahraga

Bisnis.com, JAKARTA -- Mungkin anak Anda membenci olahraga, dan lebih bersemangat main video game daripada lapangan sepak bola.

Atau mungkin dia merasa sulit untuk mengikuti anak-anak lain seusianya. Apa pun alasannya, mungkin sulit untuk memotivasi anak untuk berolahraga saat ia tidak tertarik.

Anda tahu bahwa mengomel tidak akan berhasil. Dan Anda mungkin khawatir bahwa jika Anda terlalu memaksakan diri pada aktivitas itu, Anda akan membuat anak Anda berhenti berolahraga untuk selamanya.

Blaise A. Nemeth, MD, profesor di Rumah Sakit Anak Keluarga Amerika di Universitas Wisconsin mengatakan orang tua dapat melakukan banyak hal untuk membantu menginspirasi bahkan anak-anak yang paling tidak banyak bergerak untuk lebih banyak bergerak. 

Berikut sejumlah trik yang bisa dilakukan untuk membuat anak mau berolahraga seperti dikutip dari Web MD, Rabu (12/6/2020).

1. Pahami bahwa olahraga terlihat berbeda untuk anak-anak.

Bagi Anda, berolahraga mungkin berarti berlari di atas treadmill selama 30 menit atau membakar sejumlah kalori. Tetapi anak-anak aktif dengan cara yang berbeda dari orang dewasa, kata Nemeth.

"Anak-anak berolahraga dalam waktu singkat dan menggunakan tubuh mereka ke berbagai arah yang berbeda," jadi ingatlah hal itu saat Anda menyarankan aktivitas untuk mereka, katanya. “Pikirkan diri Anda seolah-olah Anda adalah teman bermain - bukan pelatih pribadi.”

Jadi, alih-alih mengirim anak Anda keluar untuk jogging, tawarkan untuk bermain permainan petak umpet keluarga di halaman belakang.

2. Bicarakan tentang manfaat olahraga.

Anda tidak perlu meyakinkan anak Anda untuk mengubah hobi atau minatnya. Bantu dia memahami semua cara bahwa menggerakkan tubuhnya akan membantunya merasa lebih baik di bagian lain kehidupan.

Misalnya, jika Anda memiliki seorang kutu buku yang lebih suka mengikuti liga matematika daripada menjadi pemain bisbol, bicarakan dengannya tentang bagaimana olahraga dapat memompa otaknya dengan konsentrasi dan fokus yang lebih baik.

3. Bersikaplah cerdik

Ada banyak cara untuk membuat anak aktif tanpa mereka sadari bahwa mereka lebih banyak bergerak. Parkir mobil Anda jauh dari pintu masuk mal sehingga dia harus berjala  untuk masuk ke dalam. Atau, jika anak Anda menyukai binatang, sarankan agar dia menjadi sukarelawan di penampungan setempat di mana dia bisa menjalankan tugas mengajak anjing berjalan-jalan.

4. Pahami mengapa anak Anda tidak suka berolahraga 

Mungkin itu alasan yang sederhana, seperti dia tidak suka panas dan berkeringat. Atau mungkin ada masalah lain yang berperan. Apakah dia diintimidasi di lapangan tenis, atau mengalami kesulitan bernapas saat berlari?

Jika Anda tahu apa yang sedang terjadi, akan lebih mudah menemukan solusi untuk membantunya. Jika Anda tidak bisa memahaminya, pertimbangkan untuk membawa anak Anda ke konselor, yang mungkin dapat membantu Anda memahami mengapa anak Anda tidak ingin aktif.

5. Mulailah dari yang kecil.

Para ahli mengatakan anak-anak harus berolahraga sekitar satu jam setiap hari - tetapi itu tidak berarti Anda harus memberi tahu mereka hal itu, kata Bethin. “Jika berolahraga selama 30 menit terasa terlalu berat bagi anak-anak, mereka tidak akan melakukannya,” katanya.

Sebaliknya, buat mereka berkomitmen pada sedikit waktu latihan, bahkan hanya 5 menit. “Tujuannya adalah membuat mereka menetapkan dan berpegang pada tujuan,” kata Bethin. “Ketika anak-anak berkomitmen untuk melakukan sedikit olahraga, mereka kemungkinan akan merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri dan merenungkan kembali dan berkata, 'Saya melakukannya.'" Itu akan menginspirasi mereka untuk melakukan lebih banyak lagi dari waktu ke waktu.

6. Ubah aktivitas masuk ke keluarga Anda.

Daripada menonton film Jumat malam atau pergi makan siang setelah gereja, pergilah ke taman trampolin atau dinding panjat tebing, atau berjalan-jalan dengan makan siang piknik. Tawarkan beberapa ide baru yang berfokus pada gerakan dan lihat apa yang paling membuat semangat anak Anda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

olahraga parenting
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top