Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

YouTube Hapus 11,4 Juta Video Sepanjang April Hingga Juni 2020

Laporan Penegakan Pedoman Komunitas (Community Guidelines Enforcement) Youtube yang dirilis pada Selasa (25/8/2020) menunjukkan bahwa 11,4 juta video selama April-Juni 2020 telah dihapus.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 26 Agustus 2020  |  08:43 WIB
Logo youtube - Akbar Evandio
Logo youtube - Akbar Evandio

Bisnis.com, JAKARTA – Seperti yang sudah diperkirakan, YouTube menghapus lebih banyak video sepanjang kuartal II-2020 dibandingkan dengan sebelumnya. Pasalnya, platform berbagi video milik Google itu sudah mengandalkan algoritma alih-alih moderator konten manusia.

Melansir The Verge pada Rabu (26/8/2020), Laporan Penegakan Pedoman Komunitas (Community Guidelines Enforcement) Youtube yang dirilis pada Selasa (25/8/2020) menunjukkan bahwa 11,4 juta video selama April-Juni 2020 telah dihapus. Sementara pada periode yang sama tahun lalu YouTube hanya menghapus tak lebih dari 9 juta video saja.

"Ketika memperhitungkan dengan sangat berkurangnya kapasitas peninjauan manusia karena Covid-19, kami terpaksa membuat pilihan antara potensi di bawah penegakan atau potensi penegakan berlebih. Karena tanggung jawab adalah prioritas utama kami, kami memilih yang terakhir - menggunakan teknologi untuk membantu beberapa pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh peninjau,” demikian pernyataan Youtube di laporan tersebut.

Perusahaan induk YouTube, Google, memberi tahu karyawannya pada Maret lalu bahwa mereka memperpanjang kebijakan bekerja dari rumah hingga akhir 2020 karena pandemi Covid-19. Perusahaan memperingatkan bahwa konsekuensi dari pilihan tersebut adalah ketergantungan pada teknologi dan ada kemungkinan video yang biasanya baik-baik saja di platform mungkin akan dihapus karena kesalahan.

Moderator manusianya bekerja dari kantor yang khusus disiapkan untuk peninjauan. Pekerjaan tersebut tidak memungkinkan untuk dilakukan di luar lingkungan yang terkendali. Karena akan berisiko membuat data pengguna dan video sensitif terekspos secara tidak sengaja.

Perusahaan tahu bahwa menghapus lebih banyak video yang tidak melanggar aturannya juga akan mengakibatkan lebih banyak banding dari pembuat konten. Jadi, Google menambahkan lebih banyak staf ke proses bandingnya untuk menangani permintaan secepat mungkin.

Jumlah pengajuan banding untuk penghapusan konten meningkat dari 166.000 pada kuartal I-2020 tahun menjadi lebih dari 325.000 pada kuartal II-2020. Hal tersebut juga berarti bahwa YouTube memulihkan lebih banyak video di kuartal II-2020 dibandingkan kuartal sebelumnya.

Sepanjang kuartal II-2020, Youtube sudah memulihkan lebih dari 160.000 video, melonjak hampir empat kali lipat dari kuartal sebelumnya yang hanya tercatat sebanyak 41.000 video Meskipun YouTube mencatat dalam laporannya bahwa beberapa pemulihan mungkin telah diajukan banding di kuartal sebelumnya.

YouTube mengatakan dalam postingan blognya bahwa untuk area kebijakan sensitif seperti keselamatan anak dan ekstremisme kekerasan, jumlah penghapusan video mencapai lebih dari tiga kali lipat seperti biasanya selama kuartal kedua, tetapi menganggap ketidaknyamanan sementara bagi pembuat konten sepadan dengan hasil akhirnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

youtube video
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top