Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Hobi Mengeluh

Tentang apapun, bahkan hal-hal terkecil sekalipun. Mereka sering terdengar seperti anak-anak yang tidak tahu bagaimana menangani situasi dan akhirnya mengomel tentang itu.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 17 September 2020  |  16:15 WIB
Ilustrasi - Candornews
Ilustrasi - Candornews

Bisnis.com, JAKARTA -- Dalam sebuah komunitas, dimanapun itu, akan ada satu orang yang hobi mengeluh.

Tentang apapun, bahkan hal-hal terkecil sekalipun. Mereka sering terdengar seperti anak-anak yang tidak tahu bagaimana menangani situasi dan akhirnya mengomel tentang itu. Mereka mengubah hari-hari baik kita dengan terus-menerus mengeluh tentang hal-hal yang tidak dapat mereka kendalikan dan akhirnya ikut membawa hari kita menjadi buruk pula.

Dikutip dari Times of India, Kamis (17/9/2020), begini tips yang bisa Anda lakukan menghadapi rekan kerja yang mengeluh?

1. Mereka ingin mendekonstruksi

Anda perlu memahami mengapa pengeluh mengeluh sepanjang waktu. Mungkin mereka tidak mendapatkan promosi yang menurut mereka layak. Mungkin mereka merasa tidak dihargai dan ingin segera meninggalkan tempat kerja ini tetapi tidak bisa karena mereka akan kehilangan pekerjaan. Jadi mereka bertahan dengan berusaha menularkan keluhan mereka pada orang lain dan berharap orang merasakan hal yang sama.

Cobalah untuk membuat mereka mengerti dengan kata-kata yang lebih baik bahwa Anda tidak ingin melakukan percakapan seperti itu dan hindari diskusi seperti itu.

2. Mereka menginginkan validasi

Banyak pengeluh hanya menginginkan validasi. Hal-hal yang mereka keluhkan sebenarnya adalah hal-hal yang menyebabkan masalah bagi mereka. Mereka mengeluh karena mereka ingin orang setuju bahwa mereka tidak bersikap tidak masuk akal. Singkatnya, orang-orang ini membutuhkan validasi. Tetapi jika Anda terus mendengarkan semua keluhan mereka dalam upaya untuk bersikap sopan, mereka akan terus kembali dengan lebih banyak keluhan.

Beri tahu mereka bahwa Anda punya tanggung jawab dan pekerjaan yang harus dikerjakan  jika mereka mulai terlalu sering mendatangi Anda untuk semacam validasi. Terkadang hal itu akan membuat mereka merasa tidak enak, tetapi Anda juga perlu memperhatikan diri sendiri.

3.Bantu mereka mengidentifikasi perilaku mereka

Ketika seorang pengeluh mendatangi Anda dengan keluhan tertentu, tanyakan dengan tulus apakah mereka membutuhkan nasihat atau hanya ingin melampiaskannya. Apa yang Anda lakukan di sini adalah Anda membenarkan perasaan mereka tanpa harus setuju dengan apa yang mereka katakan.

Mereka akan segera menyadari bahwa mereka hanya melampiaskan dan tidak menginginkan solusi yang tepat untuk masalah mereka dari Anda. Akhirnya, mereka akan mengubah perilaku mereka.

4. Alihkan tanggung jawab kembali kepada mereka

Anda telah bersikap baik kepada orang-orang yang mengeluh dengan mendengarkan dengan penuh perhatian dan sekarang Anda kelelahan. Anda bahkan telah mencoba memberi mereka nasihat yang hampir tidak mereka terima.

Jadi, lain kali mereka datang untuk mengeluh tentang pekerjaan, langsung tanyakan kepada mereka, "Apakah Anda ingin melakukan pekerjaan untuk mengubah situasi Anda atau Anda ingin menerimanya?"

Dengan cara ini, Anda telah mengalihkan tanggung jawab atas penderitaan mereka di pundak mereka sendiri. Mereka mungkin akan memahami apa yang perlu dilakukan dan mencari solusi sendiri.

5.Mereka ingin terikat

Beberapa pengeluh bahkan tidak memerlukan validasi atau dekonstruksi. Mereka ingin terikat dan mereka pikir mengeluh adalah cara untuk berteman. Jika Anda berurusan dengan pengeluh seperti itu, berterus teranglah kepada mereka dan katakan sesuatu seperti, "Saya ingin bersikap ramah dan melakukan percakapan yang baik. Saya bukan tipe orang yang harus Anda ikat dengan keluhan."

Dengan cara ini Anda memberitahukan mereka untuk perilakunya tetapi juga sangat jujur tentang bagaimana Anda tidak akan menganggap remeh perilaku mereka. Dan jika mereka mengerti dengan baik, mereka akan menjadi teman baik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

profesional Tips Karir
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top