Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

DBD Perparah Pasien Covid-19, Ini Kasus Direktur Pengembangan PT KBN

Direktur Pengembangan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero) Rahayu Ahmad Junaedi mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ), Jakarta, pada Jumat, 18 September 2020 pukul 06.40 WIB.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 21 September 2020  |  08:13 WIB
Ilustrasi-nyamuk demam berdarah - Foxnews
Ilustrasi-nyamuk demam berdarah - Foxnews

Bisnis.com, JAKARTA – Tak hanya hipertensi, penyakit jantung, atau penyakit degeneratif lainnya yang bisa menjadi komorbid berbahaya bagi pasien terinfeksi Covid-19. Penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD juga mengancam para pengidap Virus Corona.

Mengutip Kementerian Kesehatan DBD disebabkan oleh virus Dengue dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. DBD ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi virus Dengue.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Didik Budijanto mengatakan, sepanjang 2020 berjalan tercatat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mencapai 84.734 kasus dan kasus tertinggi tersebar di Pulau Jawa.

“Sebaran sampai dengan pekan ke 37 tahun 2020 luar biasa, seluruh Jawa semua warnanya merah delima. Artinya, persebaran kasus DBD tinggi. Sementara di Papua menunjukkan hijau semua ini kasus DBD rendah namun ada kasus malaria di sana,” ungkap Didik, dalam keterangan resmi Kemenkes beberapa waktu lalu.

DBD nyatanya juga menjadi penyebab memburuknya kondisi penderita Covid-19, seperti terjadi pada kasus Direktur Pengembangan KBN R. Ahmad Junaedi. Almarhum tutup usia karena terinfeksi virus Covid-19 dibarengi DBD.

Direktur Pengembangan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero) Rahayu Ahmad Junaedi mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ), Jakarta, pada Jumat, 18 September 2020 pukul 06.40 WIB.

R. Ahmad Junaedi, menurut Direktur Utama PT KBN (Persero) H.M. Sattar Taba, sebelumnya sempat mengeluh demam, kemudian dilakukan pengambilan sampel swab PCR pada 1 September 2020. Kemudian pada 3 September 2020, keluar hasilnya positif terkonfirmasi Covid-19.

Almarhum sempat menjalani isolasi dari tanggal 4 sampai 6 September 2020, masih dengan keluhan yang sama yakni demam naik turun. Kemudian diperiksa laboratorium kembali untuk melihat adanya kemungkinan penyakit lain yang menyertai.

Pada 7 September 2020, hasil laboratorium menyatakan penyakit yang menyertai R. Ahmad Junaedi selain Covid-19 adalah Demam Dengue (Demam Berdarah).

"Pada 10 September 2020, beliau mengeluh nafas agak sesak hingga perlu di bawa ke rumah sakit dan dilakukan perawatan intensif menggunakan alat Endotracheal tube dan ventilator untuk memperbaiki saturasi/kadar Oksigen dalam darah dan membantu pernapasan" ujar Sattar Taba dalam keterangan tertulisnya.

Almarhum juga sempat diberikan terapi plasma namun tak juga memberikan hasil.

Pada 18 September 2020 pukul 06.40 WIB, R. Ahmad Junaedi dinyatakan meninggal dunia dan dimakamkan sesuai dengan protokol Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demam berdarah pt kawasan berikat nusantara (kbn) covid-19
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top