Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

5 Tips Mengatasi Kebohongan Anak

Biasanya anak-anak berbohong saat takut akan konsekuensi negatif. Mereka mungkin takut dimarahi jika mengungkapkan kebenaran.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 22 September 2020  |  11:09 WIB
Ilustrasi ibu dan anak remaja - istimewa
Ilustrasi ibu dan anak remaja - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Menjadi orang tua harus siap untuk menghadapi beragam konsekuensi, salah satunya ketika anak mulai belajar untuk berbohong dan menyembunyikan kebenaran.

Terkadang anak berbohong untuk menghindari hukuman atas hal yang mereka kerjakan. Beberapa anak bisa berbohong karena dia belum bisa membedakan mana hal yang benar dan mana yang tidak.

Untuk mengatasinya, berikut 5 tips untuk orang tua ketika menghadapi anak yang mulai berbohong :

1. Prinsip kejujuran adalah kebijakan terbaik

Seperti pepatah kuno, 'kejujuran adalah kebijakan terbaik' juga memiliki relevansi di zaman sekarang. Jadikan itu aturan keluarga dan minta semua orang untuk mempraktikkannya. Seorang anak meniru orang yang lebih tua dan menyerap apa yang dilihatnya. Mempraktikkan kejujuran pada diri sendiri akan membuatnya menghargai pentingnya bersikap jujur.

2. Berikan contoh dan buat skenario

Mengajar melalui contoh dan cerita adalah cara terbaik untuk menyampaikan pesan Anda. Jika Anda melihat anak sering berbohong, maka yang terbaik adalah menghentikan kebiasaan itu. Setelah beranjak dewasa, anak-anak biasanya membawa kebiasaan masa kecilnya yang bisa menjadi masalah bagi dirinya di kemudian hari.

Buat mereka membaca cerita tentang kejujuran, biografi orang-orang yang jujur, dan kutipan tentang betapa pentingnya bersikap jujur.

3. Yakinkan bahwa dia bisa mengatakan yang sebenarnya

Biasanya anak-anak berbohong ketika mereka takut akan konsekuensi negatif. Mereka mungkin takut dimarahi jika mengungkapkan kebenaran.

Untuk menghindari skenario seperti itu, yakinkan anak bahwa dia dapat mempercayai Anda dengan apa pun. Dengan cara ini, dia tidak hanya akan merasa nyaman untuk mendiskusikan masalah dengan Anda, tetapi juga mengungkapkan secara jujur, daripada berbohong.

4. Cari tahu alasan di baliknya

Seringkali anak berbohong karena alasan tertentu. Mulai dari membual tentang berbagai hal hingga menghindari tanggung jawab. Cari tahu alasan di balik kebohongan mereka yang terus-menerus dan bantu mereka mengatasi kebiasaan itu. Jika tidak ditangani tepat waktu, berbohong bisa menjadi kebiasaan permanen saat mereka dewasa.

5. Diskusikan konsekuensi dan sistem peringatan

Bicaralah dengan anak Anda tentang apa yang mungkin terjadi jika dia berbohong tentang sesuatu. Itu tidak hanya dapat memberi label mereka sebagai orang yang tidak jujur tetapi juga akan mencegah orang lain mempercayainya di masa depan. Anda juga bisa memasang sistem peringatan yang akan mencegahnya mengambil jalan ketidakjujuran.

Hindari memarahi dan berteriak, karena dapat memperburuk masalah. Jika masalahnya semakin serius, maka Anda juga dapat meminta bantuan profesional untuk menanamkan kejujuran pada anak Anda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anak bohong pendidikan anak
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top