Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Studi : Glycans dalam Protein Virus Corona, Berperan Aktif Meningkatkan Infeksi

Banyak upaya berfokus pada protein lonjakan virus corona, yang mengikat enzim pengubah angiotensin 2 ( ACE2) pada sel manusia untuk memungkinkan masuknya virus.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 24 September 2020  |  12:39 WIB
Sel virus Corona - Istimewa
Sel virus Corona - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Saat pandemi Covid-19 berkecamuk, para peneliti bekerja lembur untuk mengembangkan vaksin dan terapi untuk mengalahkan virus corona yang menimbulkan penyakit Covid-19.

Banyak upaya berfokus pada protein lonjakan virus corona, yang mengikat enzim pengubah angiotensin 2 ( ACE2) pada sel manusia untuk memungkinkan masuknya virus.

Para peneliti di ACS Central Science telah menemukan peran aktif glycans yakni molekul gula dalam protein berperan dalam proses ini. 

Sebelum lonjakan protein virus corona dapat berinteraksi dengan ACE2 pada sel manusia, protein tersebut berubah bentuk untuk mengekspos reseptor binding domain (RBD), bagian dari protein yang berinteraksi dengan ACE2. Seperti banyak protein virus, protein lonjakan virus corona memiliki lapisan glycans yang tebal di permukaannya.

Glycans ini, yang menempel di bagian tertentu, membantu melindungi protein virus dari sistem kekebalan tubuh.

Rommie Amaro dan rekannya di University of California San Diego, Maynooth University (Irlandia) dan University of Texas di Austin bertanya-tanya apakah glycans tertentu dalam protein lonjakan virus corona mungkin juga berperan aktif dalam proses yang menyebabkan infeksi.

Untuk mengetahuinya, para peneliti menggunakan data struktural dan glikomik untuk membangun simulasi dinamika molekuler dari protein lonjakan SARS-CoV-2 yang tertanam di membran virus.

Model komputer, yang menyajikan gambaran rinci dari setiap atom dalam lonjakan glikoprotein, mengungkapkan bahwa N-glikan yang terkait dengan protein lonjakan di situs tertentu (N165 dan N234) membantu menstabilkan perubahan bentuk yang mengekspos RBD, yang dapat membantu mendorong infeksi.

Simulasi tersebut juga mengidentifikasi daerah protein lonjakan yang tidak dilapisi oleh glycan dan dengan demikian rentan terhadap antibodi, terutama setelah perubahan bentuk. Dalam percobaan laboratorium menggunakan interferometri biolayer, tim menunjukkan bahwa mutasi protein spike sehingga tidak lagi memiliki glycans di N165 dan N234 mengurangi ikatan ke ACE2.

Hasil ini meletakkan dasar bagi strategi baru untuk melawan ancaman pandemi, kata para peneliti.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infeksi Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top