Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kreasi Batik Indonesia Bertemu dengan Gaya Eropa di Milan Fashion Week

Menghadirkan busana alkulturasi budaya Indonesia-Eropa bertajuk “Pilgrimage", Creative Director Maquinn Couture Benita dan Janice Setiawan menuturkan bahwa kebergaman yang harmoni dalam kehidupan leluhur di masa lampau menjadi lahirnya mahakarya batik Indonesia-Eropa.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 28 September 2020  |  14:17 WIB
Kreasi Batik Indonesia Bertemu dengan Gaya Eropa di Milan Fashion Week
Kreasi Batik Indonesia Bertemu dengan Gaya Eropa di Milan Fashion Week

Bisnis.com, JAKARTA -- Salah satu brand fashion asal Indonesia, Maquinn Couture, terpilih sebagai delegasi tunggal di panggung Milan Fashion Week 2020/2021.

Menghadirkan busana alkulturasi budaya Indonesia-Eropa bertajuk “Pilgrimage", Creative Director Maquinn Couture Benita dan Janice Setiawan menuturkan bahwa kebergaman yang harmoni dalam kehidupan leluhur di masa lampau menjadi lahirnya mahakarya batik Indonesia-Eropa.

"Akulturasi ini bukan hal yang mudah karena keselarasan harus dicapai tanpa melemahkan nilai budaya yang lain. Kami ingin menampilkan batik yang versatile dan mampu bersandingan dengan budaya lain, khususnya Eropa, tanpa kehilangan esensinya," ujar Janice dalam konferensi pers akhir pekan lalu, Sabtu (26/9).

Kain tenun sutra, tinta emas, dan kulit asli pun dipilih sebagai bahan yang
mendominasi koleksi ini guna menghadirkan kesan mewah dan semuanya dibuat dengan proses handmade.

Selain teknik lukis, batik pada koleksi ini diterapkan dengan mengkombinasikan teknik embroidery (sulam) dan beading. Kedua teknik ini dipilih untuk menghadirkan kesan tegas, elegan dan detail.

Janice menuturkan bahwa di antara koleksi yang telah dipamerkan di runway Milan Fashion Week Sabtu lalu, ada dua desain yang menjadi masterpiece.

Salah satunya adalah gaun yang terinspirasi dari lekuk pada vas bunga berwarna hitam dengan aksen emas. Butuh waktu sekitar satu bulan untuk mewujudkan gaun ini menjadi bagian dari koleksi “Pilgrimage".

Ada lekukan yang khas yang tegas, memberikan kesan tiga dimensi guna mempertahankan bentuk pada gaun ini agar tetap bulat sempurna. Aplikasi pada motif batiknya juga dijaga agar tidak ada yang terputus.

“Koleksi ini diilustrasikan dalam gaya modern floral. Unsur floral mengadaptasi corak batik yang gemar digunakan masyarakat Indonesia. Sementara unsur modern diambil dari gaya busana khas Eropa,” papar Benita.

Lewat koleksi “Pilgrimage”, Maquinn Couture ingin menonjolkan sisi feminin yang luwes, indah dan segar namun tetap kuat dan megah.

"Kami pun ingin menunjukkan bahwa meskipun sarat akan tradisional
Indonesia, nyatanya batik mampu melebur dengan beragam
budaya tanpa kehilangan jati dirinya,” tuturnya.

Pada setiap motif batik dalam koleksi ini, emas menjadi warna yang paling banyak digunakan.

Selain memberi kesan mewah dan megah, kedua designer kembar ini menyisipkan mimpi mereka untuk batik Indonesia lewat warna emas.
“Eksistensi batik ke depannya tidak bergantung pada legalitas yang dimiliki batik, melainkan pada kebanggaan bangsa Indonesia menggunakan batik. Kami bermimpi, kelak batik Indonesia meraih kemenangannya di dunia internasional dan menjadi kebanggaan dunia,” ungkap Janice.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fashion Milan Fashion Week
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top