Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mengenal Anosmia Pada Pasien Covid-19 dan Bahayanya

Sifat indera penciuman ini sifatnya proteksi, dan ini bisa cukup berbahaya karena salah satunya tidak bisa mengidentifikasi adanya kebocoran gas, kebakaran dan lainnya yang berbahaya.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 29 September 2020  |  12:08 WIB
Hidung - Istimewa
Hidung - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Akhir-akhir ini, pasien positif virus Corona mengalami gejala anosmia atau hilangnya kemampuan indra penciuman. Hal ini perlu diperhatikan lebih lanjut untuk melakukan deteksi dini apakah terinfeksi Covid-19 atau hanya sinusitis biasa.

Hiposmia adalah berkurangnya kemampuan untuk mencium bau. Kondisi yang berhubungan dengan hiposmia adalah anosmia, yaitu suatu keadaan di mana tidak ada satu bau pun yang dapat dicium

dr Deasi Anggraini dari RSUP Persahabatan mengatakan bahwa pada umumnya gejala anosmia pada orang itu adalah sama, namun terdapat sedikit hal yang membedakan yang harus diperhatikan oleh pasien dan tenaga kesehatan yang menanganinya.

“Tapi yang membedakannya, biasanya pada pasien positif Covid-19 itu anosmia terjadinya mendadak, kalau pada sinusitis atau polip bisa hilang timbul atau terus menerus. Jadi kita harus waspada jika ada pasien yang ada anosmia atau hiposmia mendadak harus dicurigai bahwa ia terinfeksi Covid-19,” ujarnya dalam live instagram Radio Kesehatan, Selasa (29/9/2020).

Sifat indera penciuman ini sifatnya proteksi, dan ini bisa cukup berbahaya karena salah satunya tidak bisa mengidentifikasi adanya kebocoran gas, kebakaran dan lainnya yang berbahaya. Terdapat pula kemungkinan terjadinya penurunan kualitas hidup. “25% kasus anosmia pada wanita mengalami depresi bisa berbahaya juga dan bisa memberikan dampak pada kualitas hidup,” ujarnya.

Ia menyarankan terkait angka kepositifan dari anosmia di Amerika sudah 70%, untuk mencegah terbentuknya cluster-cluster baru, direkomendasikan pasien pemeriksaan di rumah sakita dan apabila tidak memungkinkan bisa dilakukan isolasi mandiri selama 7 hari - 10 hari.

“Ini yang berbahaya misalnya penderita melakukan aktivitas seperti biasa, atau berkontak dengan orang maka akan timbul penularan. Pasien bisa jadi super spreader dan menularkan pada orang lain,” katanya.

Apakah indera penciuman akan kembali? Hal ini tergantung derajat kerusakannya, apakah virus ini merusak syaraf atau tidak. Apabila hanya meradang maka akan bertahan beberapa hari saja, laporan di beberapa studi atau penelitian pada kasus Covid-19 mayoritas akan kembali. Apabila kerusakan parah, indera penciuman bisa kembali dalam hitungan bulan, tahun, bahkan permanen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona lidah
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top