Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lakukan Ini Jika Mengalami Gangguan Kecemasan

Riset Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) yang berjudul Lima Bulan Pandemi Covid-19 di Indonesia menemukan 64,8 persen dari 4010 swaperiksa PDSKJI mengalami masalah kesehatan jiwa.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 07 Oktober 2020  |  13:38 WIB
Depresi - everydayhealth
Depresi - everydayhealth

Bisnis.com, JAKARTA - Selama masa pandemi ini tampaknya kita tidak sekedar berusaha menghindari virus tetapi juga berhadapan dengan masalah kesehatan jiwa.

Riset Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) yang berjudul Lima Bulan Pandemi Covid-19 di Indonesia menemukan 64,8 persen dari 4010 swaperiksa PDSKJI mengalami masalah kesehatan jiwa.

Data swaperiksa merupakan kumpulan hasil konsultasi yang bisa diakses melalui website PDSKJI. Kalangan wanita mendominasi pengaduan dan atau konsultasi sebesar 71 persen dan 29 persen sisanya dari kaum lelaki. Masalah psikologis terbanyak ditemukan pada kalangan usia 17-29 tahun dan lebih dari 60 tahun.

Menurut data yang dikumpulkan dari April hingga Agustus 2020, masalah psikologis terbanyak pada April lalu mengalami tren penurunan hingga Juli dan kemudian meningkat kembali pada Agustus.

Terdapat tiga jenis masalah psikologis yang dialami yaitu cemas, depresi, dan trauma.

Psikiater dr.Lahargo Kembaren, SpKJ mengungkapkan kecemasan yang muncul karena perubahan situasi yang terjadi secara cepat seperti pandemi saat ini adalah wajar. Cemas merupakan reaksi perlindungan diri yang muncul dari tubuh.

Tetapi jika direspon secara berlebihan atau reaktif akan menyebabkan gangguan cemas yang ditandai dengan:
- khawatir, gelisah, panik
- takut mati, takut kehilangan kontrol
- jantung berdebar lebih kencang
- nafas sesak, pendek, berat
- perut mual, kembung, diare
- kepala pusing, berat, terasa ringan
- kulit terasa gatal, kesemutan
- otot otot terasa tegang dan nyeri
- gangguan tidur

Lahargo memberikan beberapa tips saat kita mengalami gangguan kecemasan. Ikuti langkah-langkah berikut:
1. Breathe : Ambil waktu untuk berpikir apa yg akan dilakukan, yg bermanfaat dan tidak berlebihan.
2. Assess : Cek fakta yang valid dari sumber terpercaya, hindari informasi yg salah, berlebihan, yg membuat kecemasan berlebihan.
3. Action : Lakukan tindakan yg sesuai yg dianjurkan, tetap nilai risikonya dan tetap tenang.
4. Reflect : Merefleksikan apa yg sudah dilakukan, menilai situasi terkini dan mempersiapkan respon berikutnya yg akan diambil.

"Kita semua takut dan cemas menghadapi Virus Corona ini tapi, takut dan cemas berlebihan akan menyebabkan kondisi mental kita terganggu. Tetap waspada tapi tetap tenang. Hindari juga menyebarkan informasi yg belum kita tahu kebenarannya, informasi yg dapat memicu kepanikan karena kecemasan lebih cepat menular dibanding virus itu sendiri," ungkap Lahargo, yang juga Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial RS.dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor.

Dikutip melalui website PDSKJI, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik! Apabila kita mengalami gangguan cemas segera konsultasikan ke profesional kesehatan jiwa terdekat seperti Psikiater, Perawat jiwa, Psikolog, Dokter umum terlatih, Pekerja Sosial dan konselor agar segera mendapat pertolongan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

universitas indonesia kesehatan jiwa
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top