Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Unicef Timbun Setengah Miliar Jarum Suntik untuk Persiapan Vaksin Corona

Jarum suntik bukanlah produk yang rumit seperti vaksin virus corona (Covid-19), tetapi sering sekali produk ini diabaikan saat pandemi.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 19 Oktober 2020  |  20:39 WIB
Sebuah botol kecil berlabel Vaksin diletakkan di dekat jarum suntik medis di depan tulisan Coronavirus Covid-19" pada (10/4/2020). - Antara\\r\\n
Sebuah botol kecil berlabel Vaksin diletakkan di dekat jarum suntik medis di depan tulisan Coronavirus Covid-19" pada (10/4/2020). - Antara\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - The United Nations Children's Fund (Unicef) kini tengah menimbun setengah miliar jarum suntik untuk mempersiapkan kehadiran vaksin virus corona (Covid-19).

Vaksin virus corona (Covid-19) merupakan produk yang sedang dinanti oleh dunia dan kini Unicef kini sedang bersiap-siap menimbun ratusan juta jarum suntik di dalam gudang Kopenhagen dan satu lagi di Dubai. Ini adalah separuh dari jalan panjang menuju vaksin Covid-19 yang efektif.

Saat perusahaan-perusahaan farmasi mencapai tahap akhir uji coba vaksin, badan PBB sedang mulai mengerjakan persoalan logistik tentang bagaimana mengirimkan vaksin tersebut dengan cepat ke seluruh dunia secepatnya.

“Saat berfokus pada kampanye, dan khususnya kampanye berskala besar, sering kali ada banyak fokus yang diberikan pada vaksin itu sendiri, karena vaksin itu secara teknis rumit untuk diproduksi dan sangat mahal dibandingkan dengan jarum suntik,” kata Robert Matthews, yang mengelola kontrak di divisi pasokan Unicef.

Dia mengungkapkan bahwa jarum suntik bukanlah produk yang rumit untuk diproduksi, tetapi seringkali diabaikan, atau ada risiko terlupakan karena menanti vaksin virus  corona.

Unicef merupakan lembaga yang memberikan bantuan kemanusiaan dan perkembangan kepada anak-anak, biasanya menangani imunisasi masa kanak-kanak di negara-negara berpenghasilan rendah. Namun, karena krisis virus korona berarti bahwa hampir seluruh dunia akan membutuhkan vaksin, Unicef juga sedang mengerjakan distribusi vaksin yang lebih luas.

Direktur eksekutif Henrietta Fore  mengungkapkan mendistribusikan vaksin secara massal menjadi sejarah terbesar dalam kehidupan manusia.

Sebuah program bernama Fasilitas Covax telah mengatur kesepakatan dengan lusinan negara sehingga ketika vaksin sudah siap untuk  didistribusikan secara merata. Namun, ada juga reaksi yang berbeda seperti “nasionalisme vaksin,” di mana negara-negara seperti AS hanya menyimpan dosis untuk mereka sendiri warga.

Program vaksinasi akan dimulai dengan dosis untuk 3 persen dari populasi setiap negara (petugas kesehatan dan orang lain yang paling rentan akan berada di garis depan), kemudian meningkat menjadi 20 persen dari populasi ketika lebih banyak dosis tersedia.

Meskipun sulit untuk memprediksi apa yang akan terjadi dalam uji coba vaksin, ada kemungkinan lebih dari satu vaksin virus corona (Covid-19) sudah siap pada akhir tahun. Pada saat itu, Unicef ingin memiliki 520 juta jarum suntik dan siap digunakan. Pada tahun 2021, 1 miliar jarum suntik akan tersedia.

Pada Juli 2021, negara-negara yang menanti vaksin mulai memesan jarum suntik jauh dari pasokan sebelumnya, dan ini akan meningkatkan permintaan di akhir tahun. Apalagi waktu pengiriman jarum suntik juga akan memperlamban untuk menerima vaksin.

“Vaksin selalu dikirim melalui udara karena persyaratan penyimpanan dingin dan kebutuhan untuk pengatur suhu,” kata Matthews.

"Jadi pengiriman vaksin relatif cepat, sedangkan pengiriman alat suntik dan kotak pengaman biasanya memakan waktu antara dua hingga empat bulan untuk dikirim melalui laut karena jauh lebih besar."

Setiap pengiriman akan menyertakan jarum suntik khusus yang hanya dapat digunakan sekali, untuk mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui darah, dan kotak tebal yang dapat menyimpan jarum suntik bekas dengan aman. Organisasi lain sedang mengerjakan bagian lain dari teka-teki logistik, seperti memastikan tersedia cukup gelas untuk membuat semua botol yang diperlukan untuk mengangkut vaksin.

Unicef juga sedang mengerjakan bagian penting lainnya dari teka-teki logistik, seperti rencana untuk mencarter penerbangan untuk mengirimkan vaksin. Kebanyakan vaksin perlu disimpan pada suhu dingin, jika tidak dingin maka vaksin tersebut menjadi tidak dapat digunakan, maka hal yang perlu dipertimbangkan adalah pasokan listrik. Tak bisa dihindari juga, ada daerah-daerah yang tidak memiliki listrik 24 jam dan ini menjadi tantangan untuk mendistribusikan vaksin virus corona.

Pada akhir 2021, Unicef juga memetakan letak lemari es dan berencana memasang 65.000 lemari es tenaga surya di negara berkembang. Semua upaya merupakan perpanjangan dari pekerjaan yang sedang berlangsung.

Bila Unicef sudah menimbun 1 miliar jarum suntik, maka lembaga ini juga akan memesan 620 juta jarum suntik lagi untuk vaksin campak.

“Kami sangat berpengalaman dalam melakukan pengadaan ini. Hal yang perlu diingat saat peluncuran vaksin Covid-19 adalah peningkatan [jarum suntik] yang signifikan, selama beberapa tahun ke depan,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

unicef Vaksin Virus Corona Covid-19 Vaksin Covid-19

Sumber : Fast Company

Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top