Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

WHO : Banyak Negara dalam Jalur Berbahaya Tangani Covid-19

Beberapa bulan ke depan akan menjadi sangat sulit dan beberapa negara berada di jalur yang berbahaya
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 24 Oktober 2020  |  19:08 WIB
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memberi info perkembangan situasi wabah Covi-19 di Jenewa, Swiss (24/2/2020).  - Antara/Reuters
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memberi info perkembangan situasi wabah Covi-19 di Jenewa, Swiss (24/2/2020). - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dunia sekarang berada pada titik kritis dalam pandemi COVID-19 dan beberapa negara berada di jalur yang berbahaya, dalam menangani kasus covid-19 di wilayahnya.

"Kita berada pada titik kritis dalam pandemi COVID-19, terutama di belahan bumi utara," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers seperti dilansir dari Channel News Asia.

"Beberapa bulan ke depan akan menjadi sangat sulit dan beberapa negara berada di jalur yang berbahaya." Tambahnya.

Dia mendesak para pemimpin untuk segera mengambil tindakan, untuk mencegah kematian yang tidak perlu lebih lanjut, layanan kesehatan penting dari runtuh dan sekolah-sekolah ditutup lagi. Peringatan itu pernah dikatakannya pada bulan Februari dan dia ulangi hari ini.

Tedros mengatakan terlalu banyak negara yang sekarang mengalami peningkatan infeksi secara eksponensial, "dan itu sekarang mengarah melonjaknya pasien di rumah sakit dan unit perawatan intensif.

Dia mengatakan negara-negara harus mengambil tindakan untuk membatasi penyebaran virus dengan cepat, meningkatkan pengujian, melacak kontak orang-orang yang terinfeksi dan mengisolasi mereka yang berisiko menyebarkan virus. Bahkan bagi beberapa negara yang kasusnya terus meningkat, akan diimbau untuk lockdown. 

Beberapa negara di Eropa melaporkan tingkat infeksi lebih tinggi daripada selama gelombang pertama pandemi pada Maret dan April, dimana Spanyol sekarang memiliki lebih dari tiga juta kasus.

Pemerintah di seluruh benua memberlakukan pembatasan baru yang mendesak pada kehidupan sehari-hari, misalnya Prancis memperpanjang jam malam untuk 46 juta warganya, dan Irlandia memberlakukan lockdown lagi.

"Meningkatnya infeksi COVID-19 menimbulkan ancaman besar bagi kesehatan masyarakat, dengan sebagian besar negara memiliki situasi epidemiologis yang sangat mengkhawatirkan," kata Andrea Ammon, direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC).

Badan tersebut mengatakan semua negara Uni Eropa kecuali Siprus, Estonia, Finlandia dan Yunani termasuk dalam kategori "perhatian serius", seperti halnya Inggris, yang kasusnya naik dari hanya tujuh bulan lalu.

Di seluruh dunia, COVID-19 kini telah merenggut nyawa 1,1 juta orang - sekitar seperlima di Amerika Serikat dan menginfeksi hampir 42 juta orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top