Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Toko Buku dengan Desain Surreal Dibuka di China

Toko buku Dujiangyan Zhongshuge yang terletak di Chengdu ini memiliki koleksi lebih dari 80.000 buku.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 28 Oktober 2020  |  17:25 WIB
Penampakan toko buku Dujiangyan Zhongshuge./https://www.architecturaldigest.com -
Penampakan toko buku Dujiangyan Zhongshuge./https://www.architecturaldigest.com -

Bisnis.com, JAKARTA – Bagi pencinta buku, mengunjungi toko buku selalu mengasyikkan. Tetapi toko buku baru di China ini berusaha membuat pengalaman itu benar-benar memukau.

Dujiangyan Zhongshuge, yang terletak di Chengdu, dirancang oleh firma arsitektur X + Living yang berbasis di Shanghai, yang telah membuat beberapa toko lainnya untuk Zhongshuge.

Ruang dua lantai ini tampak seperti katedral, berkat langit-langit cermin dan lantai ubin hitam berkilau yang memantulkan bayangan rak-rak buku, menciptakan efek visual yang terasa mirip dengan gambar M.C. Escher.

“Langit-langit cermin di ruangan ini adalah ciri khas toko buku Zhongshuge. Desain ini secara efektif memperluas ruang dengan refleksi,” kata Li Xiang, pendiri X + Living, seperti dikutip melalui Architectural Digest, Rabu (28/10/2020).

Saat masuk, kita dapat menemukan rak buku berbentuk C, yang menciptakan serangkaian ruang privat. Di tengah toko, lengkungan dan kolom yang menjulang memanfaatkan tinggi ruang yang menjulang.

Rak buku ini terinspirasi oleh sejarah dan topografi Dujiangyan. Menurut Li, desain itu dibuat dengan niat memindahkan lanskap lokal ke dalam ruangan.

“Proyek ini berlokasi di Dujiangyan, yang merupakan kota dengan sejarah panjang pengembangan pemeliharaan air, sehingga di area utama, Anda bisa melihat bentuk konstruksi bendungan yang terintegrasi ke dalam rak buku,” tambahnya.

Li menggunakan kertas film yang dicetak dengan gambar buku di rak paling atas sehingga akan terlihat jejeran buku-buku terbentang dari lantai ke langit-langit.

Jika buku yang sebenarnya diletakkan di rak teratas, ini tidak hanya sulit bagi pembaca untuk menjangkaunya tetapi juga sulit bagi operator untuk melakukan perawatan.

Toko tersebut sudah memiliki koleksi lebih dari 80.000 buku, jadi tidak ada ruang yang terbuang percuma.

Pencahayaan di toko buku ini dirancang dengan sabuk ringan di setiap rak untuk menciptakan efek cahaya yang bagus. Pencahayaan ini juga menggambarkan garis besar setiap lapisan, membuat rak lebih stereoskopis, dan memberi kesan visual kepada pembaca dan juga memudahkan pembaca untuk menemukan buku di rak.

Lantai pertama toko ini dilengkapi dengan kafe dan area bermain anak-anak, yang menampilkan rak buku bambu yang dihias dengan panda.

Tumpukan bantal warna-warni menyediakan tempat membaca yang nyaman bagi anak-anak.

Balkon tingkat kedua diisi dengan tempat duduk, tempat pelanggan dapat menelusuri koleksi buku, bekerja atau melakukan pertemuan.

“Proyek ini menggunakan konsep holistik. Kami perlu mengoordinasikan setiap bagian ruang untuk memastikan bahwa item fungsional apa pun, apakah itu rak buku atau meja, tidak terlepas dari tema konsep dan pada saat yang sama memiliki rasa keindahan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china toko buku
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top