Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Covid-19 Ubah Pertemanan, SNAP : Ini Data Indonesia yang Menarik

Snap Inc. merilis studi global kedua tentang Friendship yang menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 dan masalah global telah memengaruhi pertemanan. Studi tersebut juga mengungkap temuan data di Indonesia yang menarik.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 29 Oktober 2020  |  00:34 WIB
Sebanyak 37% responden menggunakan Snapchat untuk berinteraksi dengan teman dekat mereka, 71% di antaranya mengatakan bahwa Snap yang unik memperkuat persahabatan mereka.  - Bisnis.com
Sebanyak 37% responden menggunakan Snapchat untuk berinteraksi dengan teman dekat mereka, 71% di antaranya mengatakan bahwa Snap yang unik memperkuat persahabatan mereka. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Snap Inc. merilis studi global kedua tentang Friendship yang menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 dan masalah global telah memengaruhi pertemanan. Studi tersebut juga mengungkap temuan data di Indonesia yang menarik.

Professor Dwi Noverini Djenar, pakar pertemanan yang berkontribusi pada The Friendship Report, mengatakan bahwa orang Indonesia menggunakan istilah ‘teman’ dengan pengertian yang sangat berbeda dari cara penggunaan kata friend dalam bahasa Inggris.

"Teman bisa seseorang yang pernah kamu temui dan belum pernah dihubungi lagi sejak pertama kali bertemu, atau teman yang biasa kamu hubungi. Orang Indonesia juga sadar, ada teman yang lebih dekat daripada yang lain. Teman dekat adalah yang disebut sahabat. Teman yang sudah lama dikenal dan yang dipercaya," katanya seperti dikutip dalam siaran pers SNAP, Rabu (28/10/2020).

The Friendship Report, bekerja sama dengan Alter Agents, melakukan survei terhadap 30.000 responden yang mewakili secara nasional berusia 13 hingga 44 tahun di Australia, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Malaysia, Meksiko, Belanda, Norwegia, Kerajaan Arab Saudi, Spanyol, Uni Emirat Arab, Inggris, dan AS.

Di Indonesia, SNAP melakukan survei terhadap lebih dari 2.500 responden.

DATA INDONESIA MENARIK

? Rata-rata orang Indonesia mempunyai 1-3 sahabat dan mayoritas mengatakan bahwa mereka berkomunikasi beberapa kali dalam sepekan atau lebih (80%). Kaum milenial saat ini juga memiliki lingkaran pertemanan dekat yang erat (76%).

? Sebagian besar orang Indonesia setuju bahwa komunikasi digital telah membantu mereka mempertahankan pertemanan selama isolasi (Covid-19) (87%) dan terhubung kembali dengan teman-teman mereka yang hilang (77%). Berhubungan dengan teman mereka menggunakan komunikasi digital sangat penting untuk pertemanan mereka (72%).

? 37% responden menggunakan Snapchat untuk berinteraksi dengan teman dekat mereka, 71% di antaranya mengatakan bahwa Snap yang unik memperkuat persahabatan mereka.

? Sebagian besar orang Indonesia (89%) berteman dengan seseorang yang mereka temui secara online -95% dari aplikasi sosial.

? Komunikasi digital membantu responden untuk tetap berhubungan dengan teman yang jauh dari mereka (84%) dan membantu teman untuk saling mendukung satu sama lain (79%). Sebagian besar responden juga mengatakan bahwa komunikasi digital lebih menyenangkan (73%) dan membuat bersosialisasi lebih kreatif (72%).

? Mereka cenderung menambahkan filter, animasi, dan lainnya ke foto dan video yang mereka bagikan dengan teman (58%). Secara keseluruhan, hampir 70% responden mengatakan bahwa komunikasi online tidak membuat stres.

Anubhav Nayyar, Direktur Pengembangan Pasar untuk Asia Tenggara di Snap, mengatakan bahwa saat para sahabat di seluruh dunia menavigasi adaptasi kebiasaan baru dalam pembatasan sosial, Friendship Report tahun ini menunjukkan selama pandemi Covid-19 ini komunikasi visual menjadi lebih penting dari sebelumnya.

"Berbincang menggunakan foto dan video, ditambah dengan kreatifitas menggunakan Lens dari augmented reality(AR), Filters, dan avatar Bitmoji personal, membantu Snapchatter mengekspresikan diri mereka sendiri dan berinteraksi secara visual," katanya dalam keterangan pers, Rabu (28/10/2020).

Berbagai hal tersebut menjadi penghubung penting ketika di antara para sahabat tidak bisa bertatap muka dan di masa sulit ini Snapchatters merasa lebih dekat dengan sahabat mereka, sementara non-Snapchatters merasa lebih jauh.

Snap Inc. adalah perusahaan kamera dan media sosial Amerika, didirikan pada 16 September 2011, oleh Evan Spiegel, Bobby Murphy, dan Reggie Brown yang berbasis di Santa Monica, California. Perusahaan mengembangkan dan memelihara sejumlah produk dan layanan teknologi, yaitu Snapchat, Spectacles, dan Bitmoji.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

media sosial Covid-19
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top