Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Picu Depresi, Ini 4 Tips Atasi Kecanduan Medsos

Media sosial berkontribusi pada hal-hal itu dan sebagai tambahan, hal tersebur juga berkontribusi pada depresi,
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 30 Oktober 2020  |  19:30 WIB
Ilustrasi Depresi - Istimewa
Ilustrasi Depresi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Penggunaan media sosial dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Bahkan penelitian baru-baru ini, menyebut media sosial dapat berkontribusi pada gejala depresi, terutama bagi para remaja.

Lea Lis, seorang psikiater bersertifikat dengan praktik klinis di Southampton, New York mengatakan memang media sosial tidak secara langsung menyebabkan depresi, tetapi dapat memfasilitasi kebiasaan yang menyebabkannya. Saat terlibat di media sosial, mudah untuk begadang, menjadi terganggu, dan mengabaikan tanggung jawab.

"Media sosial berkontribusi pada hal-hal itu dan sebagai tambahan, hal tersebur juga berkontribusi pada depresi," ujarnya seperti dilansir dari Insider, Jumat (30/10/2020).

Dalam sebuah penelitian besar di Kanada terhadap siswa kelas tujuh pada 2019 lalu, para peneliti menemukan bahwa untuk setiap jam yang dihabiskan di media sosial, gejala depresi seperti merasa kesepian, sedih, dan putus asa meningkat secara signifikan.

Meskipun media sosial tidak secara langsung menyebabkan depresi, media sosial justru memicu emosi dan aktivitas. Dari "doom scrolling" hingga kurangnya aktivitas fisik, inilah cara media sosial mengaktifkan gejala depresi.

Oleh karena itu, berikut 4 tips yang dapat membantu Anda mengurangi aktivitas di media sosial yang memicu depresi :

1. Matikan Notifikasi

Coba matikan notifikasi untuk semua aplikasi, termasuk email dan teks. Tanpa pengingat konstan ini, Anda mungkin dapat membatasi berapa banyak waktu yang Anda habiskan di media sosial.

2. Tetapkan batas waktu

Menetapkan batas seberapa sering Anda menggunakan aplikasi media sosial akan menyebabkan peringatan muncul ketika Anda telah melewati waktu yang ditentukan. Mengikuti batasan ini dapat membantu mengurangi waktu Anda menatap layar.

3. Bersikaplah selektif

Alih-alih terhubung dengan semua orang di media sosial, Saltz merekomendasikan untuk berfokus pada beberapa hubungan yang kuat. Kemudian, atur waktu untuk berinteraksi dengan teman-teman ini secara langsung, di luar batasan digital.

4. Gunakan media sosial dengan penuh perhatian

Carilah platform dan interaksi positif, seperti aplikasi meditasi atau berbicara dengan teman, dan habiskan lebih sedikit waktu mengikuti orang-orang yang selalu Anda bandingkan dengan diri Anda seperti selebriti atau model.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Depresi Depresi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top