Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penyebab Kematian Tertinggi ke-2 Pada Balita, Kenali Pneumonia dan Cara Mencegahnya

Ketua Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Nastiti Kaswandani, pneumonia adalah penyebab kematian balita kedua di Indonesia setelah persalinan dengan prevalensi 14-16%.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 05 November 2020  |  16:13 WIB
Bayi sedang tidur
Bayi sedang tidur

Bisnis.com, JAKARTA - Pneumonia masih menjadi ancaman terbesar kematian pada anak dsn balita Indonesia.

Ketua Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Nastiti Kaswandani, mengatakan pneumonia adalah penyebab kematian balita kedua di Indonesia setelah persalinan dengan prevalensi 14-16%.

Pneumonia merupakan penyakit radang paru akut, yang paling banyak disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur.

Dikatakan akut karena proses terjadinya pnemuonia berlangsung mendadak hanya dalam waktu beberapa hari. "Ini sebabkan kematian tinggi apabila tidak segera ditangani," ujarnya dalam diskusi virtual, Kamis (5/12/2020).

Pneumonia dianggap berbahaya karena karena terjadi di jaringan paru yang merupakan organ penting pertukaran oksigen. Pneumonia menyebabkan paru-paru terisi sel radang dan cairan hingga mneganggu fungsi pertukaran oksigen.

Akhirnya penderita kekurangan oksigen dan jika tidak segera ditangani bisa menyebabkan kematian.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua mengenali gejala pnemuonia pada anak. Gejala awal kata Nastiti yakni anak biasanya mengalami selesma atau common cold yang merupakan salah satu jenis infeksi saluran napas bagian atas (ISPA) berupa demam, batuk, dan pilek.

Orang tua perlu mencurigai anak terkena pneumonia apabila gejala tersebut, terutama demam tidak turun dalam waktu 2-3 hari.

"Tanda penting lainnya adalah anak terlihat nafasnya lebih cepat dari biasanya dan kesulitan bernapas atau sesak napas. Itu harus segera di bawa ke rumah sakit," tegasnya

Orang tua juga perlu mengenali faktor risiko anak dan balita rentan terkena pneumonia. Beberapa diantaranya seperti bayi lahir prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah, anak yang mengalami gizi buruk, stunting, malnutrisi.

Kemudian anak yang tidak mendapatkan ASI eksklusif, kekurangan vitamin, terpapar polusi asap rokok.

"Asap rokok yang meningkatkan risiko pneumonia dan meningkatkan risiko kematian," sebut Nastiti.

Karenanya menurut Nastiti penting untuk menghindari faktor risiko tersebut untuk meningkatkan imunitas pada anak guna mencegah pneumonia. Penting juga untuk melengkapi imunisasi dasar dan tambahan pada anak. "Imunisasi harus ontime dan lengkap," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bayi pneumonia
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top