Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Malas Olahraga Tingkatkan Risiko Berbagai Penyakit

Malas olahraga bisa menyebabkan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes, dan obesitas, tetapi juga meningkatkan risiko kanker usus besar, osteoporosis, depresi, dan kecemasan.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 06 November 2020  |  17:13 WIB
Ilustrasi obesitas - Istimewa
Ilustrasi obesitas - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diterapkan pemerintah sejak beberapa bulan terakhir membuat masyarakat lebih banyak melakukan berbagai aktivitas dari rumah. Kondisi ini lama kelamaan mengubah gaya hidup masyarakat menjadi mager atau malas bergerak yang juga sering disebut sebagai sedentary lifestyle.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gaya hidup tersebut ternyata memberi dampak serius bagi kesehatan seseorang. Tak hanya menyebabkan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes, dan obesitas, tetapi juga meningkatkan risiko kanker usus besar, tekanan darah tinggi, osteoporosis, depresi, dan kecemasan.

Senior Director & Country General Manager Herbalife Nutrition Indonesia Andam Dewi mengatakan, setelah berbulan-bulan beraktivitas di rumah dan kurang bergerak, kini saatnya untuk kembali bergerak dan menjalani gaya hidup yang sehat dan aktif.

Untuk mendorong hal tersebut, Herbalife meluncurkan kampanye Get Moving With Good Nutrition agar masyarakat dapat memulai kembali gaya hidup aktif dan sehat setelah lama terhalang oleh pandemi.

“Terdapat berbagai aktivitas yang dirancang mulai dari Virtual Run, e-Wellness Tour, hingga sesi senam secara daring, sehingga masyarakat dapat memulai kembali nutrisi positif dan kebiasaan hidup sehat dan aktif bagi kita semua,” ujarnya, Jumat (6/11/2020).

Sebagai aktivitas utama dari rangkaian kampanye Get Moving With Good Nutrition, Herbalife Nutrition 40th Anniversary Virtual Run juga merayakan rekam jejak Herbalife Nutrition selama 40 tahun sebagai penyedia nutrisi bagi masyarakat dunia.

Lari secara virtual ini akan dimulai pada 1 November 2020 hingga 30 November 2020. Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk dapat beraktivitas fisik dan dapat mengajak keluarga, teman, serta orang-orang di sekitarnya melakukan hal yang sama.

Di Herbalife Nutrition 40th Anniversary Virtual Run ini peserta dapat mendaftar di kategori individu dengan jarak 4 km, 24 km dan 40km dan untuk kategori beregu (tim) dengan jarak 24 km, 40 km, 60 km, 80 km dan 100 km.

Peserta yang menyelesaikan lomba akan menerima medali Herbalife Nutrition 40th Anniversary Virtual Run edisi terbatas dan e-certificate.  Untuk membantu para peserta mempersiapkan diri untuk lari, Herbalife Nutrition telah menyusun serangkaian konten pelatihan lari secara virtual.

Termasuk sesi pelatihan lari yang diberikan oleh Vice President Worldwide Sports Performance and Fitness Herbalife Nutrition Samantha Clayton. Paparan kebugaran secara online yang diisi oleh Director of Sport Performance and Education Herbalife Nutrition Dana Ryan.

Selain acara virtual run, Herbalife Nutrition akan mengadakan Asia Pacific e-Wellness Tour. Kegiatan berbentuk seminar virtual dengan berbagai topik kesehatan dan nutrisi sekaligus menjadi wadah bagi praktisi kesehatan, perusahaan nutrisi dan regulator di sektor kesehatan untuk berbagi dan sharing tentang nutrisi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

olahraga obesitas lifestyle
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top