Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lakukan 5 Hal Ini Agar Keuangan Keluarga Tetap Terjaga di Masa Pandemi

Financial Trainer QM Financial, Emiralda Noviarti mengatakan ada 5 hal yang perlu dilakukan untuk mampu menjadi pahlawan financial dalam keluarga di tengah resesi yang terjadi saat ini akibat pandemi Covid-19.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 09 November 2020  |  20:56 WIB
Tips Keuangan.  - Bisnis.com
Tips Keuangan. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang luas bagi perekonomian, tidak hanya di skala nasional tetapi juga di lingkup keluarga. Apalagi saat ini tak sedikit yang pendapatannnya berkurang bahka harus kehilangan mata pencaharian sehingga pengaturan keuangan yang tepat menjadi hal penting yan harus dilakukan.

Financial Trainer QM Financial, Emiralda Noviarti mengatakan ada 5 hal yang perlu dilakukan untuk mampu menjadi pahlawan financial dalam keluarga di tengah resesi yang terjadi saat ini akibat pandemi Covid-19.

Pertama, proteksi pintu penghasilan utama yaitu dengan menganalisa kondisi tempat bekerja dan mencari cara menjadi solusi agar bisnis dapat tetap berjalan sehingga jika terjadi masalah dalam penghasilan bisa segera diatasi.

Ketika penghasilan dirasa bermasalah maka harus segera diatasi dengan mencari jalan keluar dengan menemukan peluang pintu penghasilan lainnya. Adapun cara yang dapat dilakukan yaitu dengan berdagang, menjadi seorang freelancer, atau mencari pekerjaan dari hobi seperti fotografer, menjadi blogger, dan lainnya.

Kedua, mengatur ulang bujet bulanan yang dilakukan dengan membagi pengeluaran dalam 5 pos utama yaitu cicilan, rutin, menabung atau investasi, sosial, dan lifestyle. Menurutnya besaran setiap pos berbeda-beda.

Misalnya saja untuk cicilan utang maksimal 30 persen dari pendapatan, selanjutnya ada pula biaya rutin minimal 40 persen. Kemudian sisihkan juga pendapata untuk ditabung minimal 10 persen, selanjutnya untuk zakat atau sosial 2,5 persen, dan kehidupan pribadi maksimal 20 persen. Namun, selama masa pandemi ini ketika pendapatan berkurang maka ada pos budget yang harus dipangkas misalnya untuk kebutuhan pribadi, lifestyle atau biaya nongkrong.

“Kita perlu tetap berbelanja agar roda ekonomi terus berputar. Sisihkan juga untuk membantu sesama yang membutuhkan. Di masa ini kita memang harus berhemat tetapi juga bukan berarti harus mengerem semua pengeluaran yang terpenting atur pengeluaran sesuai kebutuhan,” ujarnya dalam konferensi pers virtual QM Financial, Senin (9/11/2020).

Ketiga, memiliki dana darurat yang mencukupi. Menurutnya masyarakat harus menyadari pentingnya dana darurat di tengah kondisi yang penuh dengan ketidakpastian ini. Dana darurat untuk yang masih lajang dan belum memiliki tanggugan biasanya 4 kali lipat dari biaya pengeluaran, sedangkan untuk yang sudah berkeluarga bisa hingga mencapai 12 kali lipat dari kebutuhan setiap bulan.

Keempat, miliki proteksi dengan asuransi utama seperti asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Kelima, review rencana dan performa investasi sesuai dengan tujuan finansial. Pahami instrumen investasi dan faktor risikonya agar bisa membantu tercapainya tujuan finansial dalam rentang waktu yang sudah kita tentukan sebelumnya.

“Sebelum melakukan investasi, perlu mengetahui terlebih dahulu tujuan investasinya apa, sambil mencari tahu faktor risikonya. Dengan mengetahui tujuan investasi maka jenis investasi yang diambil bisa disesuaikan sehingga bisa meminimalisir faktor risiko,” terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips keuangan parenting
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top