Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Timeline Virus Corona di Tubuh Pasien dari Gejala Ringan hingga Mematikan atau Sembuh

Virus corona baru adalah penyakit pernapasan dan oleh karena itu, meskipun terbukti mematikan dan fatal, gejalanya sangat mirip dengan flu biasa atau infeksi flu.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 16 November 2020  |  08:34 WIB
Ilustrasi Rumah Sakit
Ilustrasi Rumah Sakit

Bisnis.com, JAKARTA - Meskipun kita semua sadar akan risiko yang ditimbulkan oleh virus corona mematikan terhadap hidup kita, penting juga untuk memahami garis waktu gejala yang diikutinya selama infeksi. Gejala pertama virus korona umumnya adalah demam, namun dapat terus berlanjut atau memburuk seiring waktu.

Virus corona baru adalah penyakit pernapasan dan oleh karena itu, meskipun terbukti mematikan dan fatal, gejalanya sangat mirip dengan flu biasa atau infeksi flu. Beberapa gejala yang paling umum adalah:

- Batuk kering

- Demam

- Sakit tenggorokan

- Hidung berair dan tersumbat

- Nyeri dada dan sesak napas

- Kelelahan

- Infeksi saluran cerna

- Hilangnya indera penciuman dan perasa

Lantas bagaiman perjalanan penyakit ini hingga akhirnya bisa mematikan meski awalnya gejala yang dirasakan ringan?

Menurut sebuah studi baru-baru ini yang dilakukan oleh para peneliti di Rumah Sakit Zhongnan di Universitas Wuhan, pola gejala yang serupa diidentifikasi di antara 140 pasien yang dites positif terkena virus.

Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 99% pasien mengalami suhu tinggi, sementara lebih dari setengah mengalami kelelahan dan batuk kering. Sekitar sepertiganya juga mengalami nyeri otot dan kesulitan bernapas.

Berikut adalah pemahaman yang jelas tentang garis waktu gejala COVID-19 dan bagaimana perkembangannya pada sebagian besar pasien.

Hari 1: Gejala pertama virus corona biasanya muncul berupa demam. Beberapa orang mungkin mengalami kelelahan, nyeri otot dan batuk kering, ketika jumlah yang lebih sedikit menghadapi masalah diare atau mual satu atau dua hari sebelumnya.

Hari 5: Pasien mungkin menderita nyeri dada dan sesak napas, terutama jika mereka lebih tua atau memiliki kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya.

Hari 7: Menurut penelitian Universitas Wuhan, Hari ke 7 menentukan apakah seorang pasien akan dirawat di rumah sakit atau dapat isolasi mandiri.

Hari ke-8: Pada hari ini, pasien COVID yang parah mengembangkan sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS), penyakit yang terjadi ketika paru-paru kehabisan cairan.

Hari 10: Jika gejala terus memburuk pada Hari 10, ini adalah waktu dimana pasien kemungkinan besar akan dirawat di ICU. Pasien-pasien ini mungkin mengalami lebih banyak sakit perut dan kehilangan nafsu makan dibandingkan pasien dengan kasus-kasus yang lebih ringan.

Hari 17: Biasanya, pada hari ini, orang yang sembuh atau memiliki gejala ringan keluar dari rumah sakit setelah dua setengah minggu.

Apa yang bisa kita lakukan?

Sementara para ilmuwan dan peneliti medis masih bekerja untuk mengembangkan vaksin yang disetujui secara klinis, kita juga harus waspada dan mengambil berbagai tindakan pencegahan untuk menghentikan penyebaran virus.

Selain itu, jika Anda merasa terinfeksi atau mulai menunjukkan gejala yang sama, Anda harus segera menjalani tes dan harus mengisolasi diri sendiri setidaknya selama dua minggu atau sampai laporan Anda menunjukkan hasil negatif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Gejala Penyakit Batuk
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top