Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Tips Ernest Prakasa Road Trip Jakarta-Bali

Total perjalanan Ernest Prakasa saat road trip Jakarta-Bali mencapai 19 jam dan dibagi menjadi tiga bagian.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 24 November 2020  |  06:22 WIB
 Ernest Prakasa - Instagram@ernestprakasa
Ernest Prakasa - Instagram@ernestprakasa

Bisnis.com, JAKARTA - Ernest Prakasa melakukan perjalanan selama 19 jam dari Jakarta ke Bali bersama istri dan dua orang anaknya.

Bagi Ernest, bila sedang bepergian membawa anak-anak maka ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan termasuk cara mengusir rasa bosan anak-anak.

Cara yang dilakukan Ernest untuk mengusir rasa bosan dan juga menjaga stamina anak-anak membagi 19 perjalanan dalam tiga etape.

"Kami merencanakan menginap dua kali, karena ada anak-anak, jadi saya tidak mau terlalu ambisius. Pertama, perjalanan Jakarta-Surabaya adalah etape paling ringan, karena dari tol ke tol," ungkapnya seperti dikutip dari Instagram @ernestprakasa, Selasa (24/11/2020).

Perjalanan Jakarta-Surabaya melalui tol membutuhkan waktu tempuh selama 9 jam, sudah termasuk waktu istirahat. Adapun biaya tol dari Mampang- Surabaya sekitar Rp700.000an.

Ernest juga pernah melakukan roadtrip pada 2013 untuk rute Jakarta-Bali terbilang lebih lama dibadingkan pada 2020.

"Sebagai gambaran, pada 2013, saya menyetir 15 jam dari Jakarta, dan itupun baru sampai Solo, karena tol hanya sampai di Cikampek. Habis Cikampek sudah gak ada tol lagi. Kalau teman-teman mau nyetir, saya rekomendasikan berhenti di Surabaya karena di banyak makanan dan penginapan," katanya.

Adapun rata-rata kecepatan tempuh saat Ernest menyetir sekitar 120 km/jam. Selama roadtrip, Ernest dan keluarga tidak berhenti makan di restoran, karena protokol pencegahan Covid-19.

Ernest dan keluarga lebih memilih untuk membeli makanan secara take a way dan dimakan di dalam mobil. Di tengah pandemi, Ernest memutuskan untuk tidak banyak berhenti dan beristirahat di luar mobil. Dia hanya berhenti untuk isi bensin.

Setelah menginap satu malam di Surabaya, lalu perjalanan dilanjutkan dari Surabaya-Banyuwangi. Perjalan dimulai subuh.

"Sebenarnya, saya sempat mempertimbangkan, Surabaya langsung ke Bali, tetapi karena bawa anak-anak dan takut mereka bosan maka saya hitung ke Bali butuh waktu 11 jam, jadi melelahkan dan saya tidak berani," tuturnya.

Surabaya-Banyuwangi merupakan etape yang paling melelahkan meskipun hanya 5 jam. Karena perjalanan ini tidak ada tol.

Lalu menginap 1 malam di Banyuwangi. Perjalanan dari Banyuwangi menuju Bali juga butuh waktu sekitar 5 jam sudah termasuk menyebrang dengan kapal Feri. Pembelian tiket kapal Feri dilakukan melalui aplikasi dan sesampai di pelabuhan cukup scan barcode. Saat menyebrang menggunakan kapal Feri, setiap orang wajib menunjukkan surat tes rapid.

"Nah, pengalaman setelah menyebrang langsung sampai Gilimanuk. Memang sudah ada ada di Bali, tapi jangan berharap itu sudah sampai di tujuan. Jadi pas sampai Gilimanuk ke Selatan Bali butuh waktu 4 jam dan 3 jam pertama cukup sulit karena jalan kecil dan kelak kelok," tuturnya.

Beberapa tips Ernest untuk yang ingin menyetir ke Bali adalah perhitungkan kemampuan mendasar yakni kemampuan menyetir dan pembagian durasi menyetir. "Saya membagi dalam tiga etape dan capeknya minta ampun. Kalau tidak bawa anak-anak mungkin bisa dua etape, karena saya suka menyetir asal tidak macet," ungkapnya.

Tips lain yang perlu dipertimbangkan adalah perhatikan waktu untuk roadtrip, sebab kemungkinan besar di atas 15 Desember 2020 orang-orang sudah memilih untuk road trip.

Pada pertengahan Desember, katanya, grafik booking hotel di Bali sudah meningkat dan ada beberapa hotel yang sudah penuh untuk 10 Desember ke atas.

Selain itu, pertimbangan lain saat road trip bersama anak-anak adalah persiapan mental anak dan berikan kelonggaran untuk menggunakan gadget, bantal dan camilan.

"Bantal sangat perlu, karena anak-anak kalau ada yang empuk-empuk dikit bisa langsung tidur. Lalu komunikasikan ke anak-anak bahwa perjalanan akan berat, siapin gadget dan camilan," katanya.

Pesan terakhir dari Ernest adalah bila pergi liburan, maka jangan lupa untuk berbagi kepada orang-orang yang terdampak. Okupansi hotel rata-rata hanya 10 persen dan pekerja yang di hotel juga terdampak, sehingga mereka juga mengandalkan tip dari pengunjung.

"Bila ada bujet lebih, yuk mari memberikan tip. Berbagi kebahagiaan sambil liburan," ungkapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali artis trip
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top