Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Klaim Efektif 95 Persen, Vaksin Sputnik V Rusia Dibanderol Rp141.000

Direktur Gamaleya, Alexander Gintsburg mengatakan vaksin akan tersedia di pasar internasional dengan harga kurang dari US$10 atau Rp141.975. Sementara itu pemerintah akan menggratiskan vaksin untuk warga Rusia. Gintsburg menyebut vaksin Sputnik V dapat disimpan pada suhu antara 2-8 derajat Celcius.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 25 November 2020  |  15:13 WIB
Seorang ilmuwan menunjukkan sampel vaksin untuk melawan penyakit  Covid-19 yang dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology, di Moskow, Rusia, (6/8/2020). - Antara/Reuters
Seorang ilmuwan menunjukkan sampel vaksin untuk melawan penyakit Covid-19 yang dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology, di Moskow, Rusia, (6/8/2020). - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -  Lembaga Penelitian Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya di Rusia mengklaim vaksin Sputnik V buatannya 95 persen efektif memberantas virus corona, sesuai dari data uji klinis. Oleh karena itu, pemerintah Rusia siap memasarkan vaksin tersebut dalam waktu dekat.

Direktur Gamaleya, Alexander Gintsburg mengatakan vaksin akan tersedia di pasar internasional dengan harga kurang dari US$10 atau Rp141.975. Sementara itu pemerintah akan menggratiskan vaksin untuk warga Rusia. Gintsburg menyebut vaksin Sputnik V dapat disimpan pada suhu antara 2-8 derajat Celcius.

Lebih lanjut dia menuturka bahwa penghitungan keefektifan vaksin didasarkan pada data awal yang diperoleh 42 hari setelah dosis pertama. Vaksin telah menunjukkan efektivitas 91,4 persen dalam 28 hari setelah dosis pertama, angka yang didasarkan pada 39 kasus.

Kemudian 42 hari setelah dosis kedua, data menunjukkan kemanjuran vaksin di atas 95 persen. Namun, mereka tidak disebutkan jumlah kasus virus corona yang digunakan untuk membuat perhitungan akhir.

"Analisis kedua dilakukan seminggu setelah sukarelawan mendapat dosis kedua, yang berarti bahwa tubuh mereka sebagian bereaksi terhadap kedua dosis tersebut," kata Gintsburg dalam pernyataannya, seperti dikutip dari SCMP, Rabu (25/11/2020).

Dia mengatakan gamaleya berharap tingkat kemanjuran menjadi lebih tinggi tiga minggu setelah dosis kedua.Pernyataan tersebut mengatakan bahwa 22.000 relawan telah divaksinasi dengan dosis pertama dan lebih dari 19.000 dengan kedua dosis tersebut.

Diketahui uji coba vaksin di luar negeri juga sedang berlangsung di Uni Emirat Arab, Venezuela, Belarusia, dan negara-negara lain.

Rusia pada Agustus menjadi negara pertama yang mendaftarkan vaksin Covid-19 tetapi melakukannya sebelum uji klinis skala besar yang masih berlangsung. Bulan lalu, Presiden Vladimir Putin mengumumkan bahwa Rusia telah mendaftarkan vaksin Covid-19 kedua, EpiVacCorona, saat perlombaan global memanas dalam memproduksi vaksin yang efektif untuk memerangi pandemi.

Putin pekan lalu mengatakan bahwa Rusia memiliki perjanjian manufaktur dengan China dan India dan mendorong Brasil serta Afrika Selatan untuk juga memproduksi massal vaksin buatan Rusia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rusia Virus Corona Vaksin Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top