Lakon Mahabarata bertitel Asmara Raja Dewa. Foto: akun facebook Teater Koma
Entertainment

Digitalisasi Teater Koma di Masa Pandemi

Dewi Andriani
Jumat, 4 Desember 2020 - 16:47
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Teater Koma merupakan salah satu kelompok teater paling konsisten dan produktif di Indonesia. Sejak didirikan pada 1977 oleh N. Riantiarno dan Ratna Madjid, Teater Koma telah memproduksi lebih dari 150 karya.

Pementasan Sampek Engtay yang sedianya akan disajikan pada bulan Maret ini akan menggenapi karya produksi ke-160 dari Teater Koma. Namun, pandemi Covid-19 yang terjadi pada awal Maret membuat pementasan karya tersebut harus ditunda dua kali yang awalnya diundur ke bulan Agustus 2020, kemudian menjadi tahun depan.

“Lakon Sampek Engtay yang akan kami gelar akhir Maret 2020 di Ciputra Artpreneur, meskipun tiketnya sudah dibeli penonton dengan terpaksa kami undur pementasannya hingga tahun depan,” ujar Nano Riantiarno.

Praktis, dengan ditundanya pelaksanaan lakon tersebut, untuk pertama kalinya sejak Januari 2020 hingga jelang akhir tahun, Teater Koma belum pernah menggelar pementasan di gedung pertunjukan atau mengadakan pertunjukan yang dihadiri khalayak ramai.

Meski tak dapat menunjukkan aksi pentas di atas panggung, pihaknya tetap menghadirkan sejumlah karya di masa pandemi yang digarap dengan standar kualitas Teater Koma melalui Digitalisasi Koma.

Menurut N. Riantiarno ada tiga bentuk digitalisasi koma yakni menonton Teater Koma di Rumah. Dalam hal ini, pihaknya menyajikan dokumentasi pementasan karya Teater Koma di masa sebelum pandemi yang dapat disaksikan melalui beragam media daring.

Kedua, Teater Koma Pentas di Sanggar. “Di sini naskah-naskah baru berdurasi pendek digelar di sanggar Teater Koma yang kami ubah menjadi studio, lengkap dengan lampu panggung, para pemain menggunakan clip on, dan memakai lebih dari satu kamera,” ujar Ratna.

Karena proses pementasannya dilaksanakan pada masa pandemi maka pihaknya menjalankan protokol kesehatan yang harus dipatuhi oleh para pemain maupun kru. Semua pentas pendek ini disajikan melalui berbagai jalur media sosial, termasuk kanal youtube Teater Koma.

Ketiga, yakni nyanyi lagu Teater Koma dengan mempersembahkan kembali lirik-lirik dari pementasan Teater Koma yang dibawakan oleh talenta-talenta yang ada.

Penulis : Dewi Andriani
Bagikan

Tags :


Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro