Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Alasan Kental Manis Berbahaya Bagi Anak

Harga susu yang terus menanjak, membuat orang tua beralih memberikan susu kental manis pada anak.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 11 Desember 2020  |  15:31 WIB
Susu kental manis - Istimewa
Susu kental manis - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Pandemi Covid-19 masih mengancam bahkan sampai penghujung tahun ini. Keadaan ini mengakibatkan seluruh masyarakat Indonesia mengalami multi krisis, khususnya pada anak-anak yang berpotensi sangat rentan pada penyakit. Maka, solusi terbaik untuk membentengi calon-calon generasi emas 2045 ini adalah dengan pemberian asupan gizi yang cukup.

Tria Astika Endah Permatasari, Dosen Prod. Gizi, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta mengatakan bahwa anak beresiko lebih terkena dampak Covid-19, karena sistem imunitas dibentuk sejak awal kehidupan. Semua mikroorganisme adalah baru untuk anak, sehingga perlu adaptasi dalam membangun sistem imunitas

“Dari sisi imunitas yang terbentuk dari awal kehidupan ini kaitannya dengan malnutrisi, kalau imunitasnya rendah maka berpeluang terkena infeksi. Konsumsi makanan dengan gizi seimbang dan aman dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menurunkan risiko penyakit kronis dan penyakit infeksi,” ujarnya dalam konferensi pers YAICI, PP Aisyiyah dan PP Muslimat NU, Jumat (11/12/2020).

Susu adalah sebagai salah satu sumber gizi terbaik selama 6 bulan pertama karena mengandung kolostrum, imunoglobulin, berbagai

Setelah enam bulan makanan pendamping ASI sangat penting, apabila masih keluar ASInya maka baik terus diberikan, tetapi apabila tidak penuhi asupan gizi anak dengan rutin memberikan susu yang mengandung berbagai macam gizi untuk mencegah undernutrition dan stunting.

Pandemi ini membuat harga susu selangit, apabila masyarakat tidak cukup pengetahuan maka akan akan pindah memberikan kental manis pada anak.

Selain itu, terdapat penelitian dari CCSU yang menyatakan tingkat literasi masyarakat Indonesia berada pada urutan 60 dari 61 negara. Hal ini berbanding terbalik dengan penggunaan sosial media di Indonesia yang memiliki peringkat paling tinggi. Sehingga, masyarakat khususnya para ibu berpotensi tidak bisa memilah informasi, yang berakibat pada kesalahan persepsi.

Kesalahan persepsi ini dibuktikan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh YAICI, PP Aisyiyah, dan PP Muslimat yang menunjukkan bahwa 28,96 persen dari total responden mengatakan kental manis adalah susu pertumbuhan. Kemudian, sebanyak 16,97 persen ibu memberikan kental manis untuk anak setiap hari.

“Bahaya kental manis bagi balita adalah risiko kekurangan gizi, kurus, gizi buruk, stunting. Terdapat pula masalah kesehatan gigi dan mulut, karies gigi pada balita. Selain itu ada resiko penyakit degeneratif yakni obesitas, diabetes melitus dan lainnya,” katanya

Karena kental manis bukan merupakan asupan gizi seimbang, ada baiknya orang tua memberikan asupan gizi lain untuk anak seperti susu full cream karena mengandung kalori dari lemak untuk pertumbuhan dan perkembangan otak, begitu pula dengan makanan makanan 4 sehat 5 sempurna.

Tidak lupa untuk terus menerapkan protokol kesehatan yakni 3M, memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

susu industri susu produksi susu
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top