Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bayi Bisa Tertular Ibu Penderita HIV, Ini Cara Mencegahnya

Penularan HIV dari ibu ke anak dapat terjadi pada tahap kehamilan, persalinan, maupun saat menyusui. Namun, pencegah bisa dilakukan sejak dini.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 14 Desember 2020  |  12:02 WIB
Ilustrasi bayi baru lahir - Istimewa
Ilustrasi bayi baru lahir - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA- Human Immunodeficiency Virus (HIV ) dapat ditularkan ibu kepada bayinya. Namun, penularan bisa dicegah kepada bayi sedini mungkin.

Dokter Spesialis Kesehatan Anak dari RS Universitas Indonesia, Nia Kurniati mengatakan penularan HIV dari ibu ke anak dapat terjadi pada tahap kehamilan, persalinan, maupun saat menyusui.

Oleh karena itu, untuk mencegah penularan HIV, setelah menjalani proses persalinan ibu harus tetap meneruskan konsumsi obat antiretroviral (ARV) seumur hidup dan menggunakan alat kontrasepsi.

"Pada bayi setelah lahir diberikan ARV pencegahan selama maksimal 6 minggu, bayi sebaiknya tidak diberikan ASI (air susu ibu) untuk menghilangkan kemungkinan penularan hingga nol, dan melengkapi imunisasi dasar," ujarnya dikutip dari siaran pers, Senin (14/12/2020).

Nia menjelaskan pemberian ASI pada situasi ibu mengidap infeksi HIV memerlukan pertimbangan atas keuntungan dan kerugiannya.

Menilik dari panduan ASI dari IDAI, secara umum, apabila ibu memilih tetap memberikan ASI, maka ASI diberikan hanya selama 6 bulan dan kemudian dihentikan. ASI diperah dan dihangatkan 56 derajat celsius selama 30 menit.

Kemudian bila ibu memilih untuk memberikan susu formula, maka susu formula harus diberikan dengan memenuhi 5 kriteria AFASS (acceptable, feasible, affordable, sustainable, safe), sesuai dengan saran dari Dokter Spesialis Anak. Terkahir, sesuai panduan, tidak boleh memberikan ASI secara bersamaan dengan susu formula.

Lebih lanjut menerangkan waktu yang tepat untuk pemeriksaan status HIV bagi bayi setelah pemberian ARV profilaksis selesai (umur 6 minggu). Pemeriksaan ini dilakukan sebanyak dua kali yaitu saat bayi berumur 6 minggu dan antara umur 4-6 bulan.

"Pemeriksaan dilakukan menggunakan materi genetik virus dan tidak menggunakan pemeriksaan antibodi," tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hiv/aids bayi Virus Corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top