Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Libur Akhir Tahun, Kemenkes Dorong Penggunaan Layanan Kesehatan Digital

Rico Mardiansyah SH, MH, Sehatpedia Kementerian Kesehatan menjelaskan, banyak hal yang perlu diantisipasi dan dipersiapkan.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 18 Desember 2020  |  18:41 WIB
Ilustrasi obat-obatan tablet dan kapsul. - REUTERS/Srdjan Zivulovic
Ilustrasi obat-obatan tablet dan kapsul. - REUTERS/Srdjan Zivulovic

Bisnis.com, JAKARTA - Menyambut liburan akhir tahun yang dikhawatirkan bisa meningkatkan penularan virus corona, Kemenkes dan pemerintah telah menyiapkan serangkaian antisipasi.

Rico Mardiansyah SH, MH, Sehatpedia Kementerian Kesehatan menjelaskan, banyak hal yang perlu diantisipasi dan dipersiapkan.

Menurutnya, untuk mengantisipasi hal tersebut pemerintah telah mengeluarkan kebijakan dengan memangkas libur akhir tahun untuk mencegah adanya potensi kerumunan.

Selain itu, pemerintah juga telah menerbitkan aturan kewajiban melakukan test Rapid Antigen bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan sesuai dengan daerah yang memiliki potensi penyebaran virus, di antaranya; Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Bali, Kalimantan Timur, dan DKI Jakarta.”

“Sejauh ini, perkembangan kasus virus corona di Indonesia berdasarkan data memang masih terus mengalami peningkatan. Tentunya masyarakat harus tetap waspada untuk menekan angka tersebut dengan meningkatkan kesadaran yang tinggi agar terus mematuhi protokol kesehatan yaitu 3M, Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak.” ujarnya dalam diskusi daring di instagram live We The Health dengan mengangkat tema mengenai “Antisipasi Libur Akhir Tahun, Persiapan Kesehatan Menyambut tahun 2021 seperti dikutip dari keterangan tertulisnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengadakan survei mengenai Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19 pada periode 1-7 September 2020, ke 90.967 responden untuk mengukur kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Hasil survei tersebut menunjukan bahwa tingkat kepatuhan masyarakat dalam pencegahan virus corona sudah sangat baik. Data menunjukan bahwa 91,8% masyarakat menggunakan masker, 77,1% menggunakan hand sanitizer, dan 76,69% menghindari kerumunan.

“Berdasarkan data dari BPS, dijelaskan bahwa masyarakat sudah mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Tapi ada yang menarik terkait data tersebut, yaitu dalam hal memakai masker, perempuan lebih patuh terhadap anjuran tersebut dengan persentase 94% dibanding laki-laki hanya 88%," tambahnya.

Sedangkan untuk menghindari kerumunan, perempuan lagi-lagi lebih patuh yaitu 81%, laki-laki hanya 71% tingkat kepatuhannya. 

Di samping meningkatkan protokol kesehatan, sebagai langkah awal perlunya meningkatkan daya tahan tubuh dengan rajin berolahraga dan mengonsumsi vitamin.

"Saya sendiri rutin sekali setiap hari mengonsumsi vitamin D, C, dan Zinc. Kandungan vitamin ini saya dapatkan dari rekomendasi dokter serta pengalaman dari rekan-rekan yang telah terkena covid-19," lanjutnya.

Rico mengatakan, masyarakat juga perlu mepersiapkan sisi kesehatan untuk menyambut tahun 2021. 

Di tengah pandemi ini, katanya, banyak inovasi teknologi kesehatan yang hadir untuk masyarakat. Seperti Sehatpedia, Jovee, dan apotek online Lifepack. Harusnya masyarakat dapat memanfaatkan itu dengan baik. Karena itu memberikan kemudahan akses bagi kita untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Dia memaparkan, mungkin dulu kalau butuh vitamin dan obat harus keluar rumah, namun dengan kondisi pandemi sekarang yang mengharuskan menjaga jarak dan tetap di rumah, pemanfaatan layanan digital dapat dimaksimalkan penggunaannya. Karena masih banyak masyarakat yang memiliki tingkat kekhawatiran tinggi akan penularan covid-19, padahal banyak juga masyarakat yang sedang sakit tetap membutuhkan layanan kesehatan.

"Untuk itu pemerintah sangat mendukung adanya inovasi teknologi di bidang kesehatan seperti layanan telemedicine, peresepan obat secara elektronik hingga apotek online” ujar Rico lagi.

Untuk memenuhi kebutuhan harian vitamin dan suplemen, Jovee, pusat vitamin personal terlengkap yang menyediakan kebutuhan harian vitamin yang didukung oleh dokter dan apoteker untuk melayani kebutuhan masing-masing individu secara tepat.

Jovee juga ditunjang oleh teknologi Data Science, dengan memanfaatkan recommendation engine yang akan mengumpulkan data dan menggali profil pola hidup tiap pengguna, sehingga Jovee mampu mengerti kebutuhan kesehatan setiap penggunanya. 

Lifepack, apotek online pertama di Indonesia sebagai penyedia layanan obat terlengkap, yang memberikan inovasi untuk penderita penyakit kronis, turut mendukung pemerintah dalam menekan angka penyebaran virus corona. Layanan pemesanan obat melalui Lifepack serta konsultasi dokter secara gratis dapat menjadi solusi khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan terbaik. Adapun untuk pembelian obat melalui aplikasi Lifepack selama bulan Desember 2020 akan mendapatkan gratis ongkos kirim untuk tipe pengiriman reguler. Promo ini berlaku tanpa minimum pembelian.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkes layanan digital
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top