Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Simak Gejala Infeksi Varian Virus Corona yang Terbaru

Varian virus corona terbaru yang bermutasi memiliki gejala yakni mual, kehilangan indera perasa dan penciuman, demam, nyeri otot, dan menggigil pada manusia.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 22 Desember 2020  |  09:29 WIB
Sampel swab yang akan diuji untuk virus corona di sebuah rumah sakit di Wuhan, China, Sabtu (14/3/2020). - Bloomberg
Sampel swab yang akan diuji untuk virus corona di sebuah rumah sakit di Wuhan, China, Sabtu (14/3/2020). - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Varian virus corona jenis baru belum dapat dipastikan apakah membawa gejala  yang  lebih mematikan dibandingkan dengan jenis sebelumnya.

Namun, yang pasti otoritas medis setempat menyebut jenis ini menjadi 70 persen lebih menular yang berarti kemungkinan infeksi bergejala menyebar lebih tinggi.

Inggris melaporkan bahwa mutasi virus corona terbaru bernama B.1.1.7, menarik perhatian para ilmuwan Inggris awal bulan ini, karena begitu banyak pasien yang baru terinfeksi terjangkit varian ini.

Mengutip dari Times of India, Selasa  (22/12/2020), gejala yang muncul tercatat dari virus corona mutasi terbaru adalah mual, kehilangan indera perasa dan penciuman, demam, nyeri otot, dan menggigil. Sebagian besar kasus yang tercatat sejauh ini, gejala penyakit Corona mutasi baru yang dimiliki cenderung sama dengan yang telah ada.

WHO kita masih melakukan penelitian, apakah mutasi Corona ini bisa menyebabkan infeksi parah pada mereka yang terinfeksi. Kendati memiliki tingkat infeksi yang tinggi dan kemampuan untuk menginfeksi tubuh dengan cara yang lebih berbahaya, tetap ada kemungkinan bahwa mutasi akan menempatkan kelompok risiko tinggi pada kondisi yang mengkhawatirkan.

Sejauh ini memang belum ada bukti konkret yang menyatakan bahwa varian ini lebih sulit untuk ditindak atau didiagnosis. Akan tetapi, jika mutasi memang sulit diobati maka tingkat kematian bisa meningkat secara signifikan.

Untungnya, tidak ada korelasi seperti itu pada data yang ada hingga kini. Meskipun mutasi tidak berdampak signifikan pada rawat inap, terlibat bahwa kondisi medis yang sudah ada sebelumnya dan faktor tertentu dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan gejala Covid-19 parah.

Untuk mengantisipasi penularan virus corona yang lebih masif di Indonesia, maka pemerintah melakukan kampanye 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak). Kini 3M menjadi pelindung utama untuk mencegah penularan Covid-19 di Indonesia.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Gejala Penyakit Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top