Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kabar Baik, Brasil Umumkan hasil Uji Klinis Vaksin Sinovac 23 Desember 2020

Hasil ini, kemungkinan besar akan membuat negara tersebut segera memberikan lampu hijau untuk izin edarnya.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 22 Desember 2020  |  12:36 WIB
Kandidat vaksin covid/19 Sinovac
Kandidat vaksin covid/19 Sinovac

Bisnis.com, JAKARTA - Hasil uji klinis vaksin covid-19 buatan Sinovac BionTech China disebutkan telah melewati ambang batas efektifitas 50 persen, dalam tes yang dilakukan di Brasil.

Hasil ini, kemungkinan besar akan membuat negara tersebut segera memberikan lampu hijau untuk izin edarnya.

Brasil adalah negara pertama yang menyelesaikan uji coba Tahap 3 vaksin CoronaVac perusahaan China, yang juga sedang diuji di Indonesia dan Turki. 

“Setiap orang mengharapkan tingkat kemanjuran di atas 90%. Hasil dari tahap pertama uji coba sangat bagus,” kata Domingos Alves, seorang profesor di Sekolah Kedokteran Ribeirão Preto di São Paulo yang mengkhususkan diri dalam menganalisis data kesehatan dilansir dari Wall Street Journal.

Institut Butantan Brasil, pusat penelitian yang didukung oleh pemerintah negara bagian São Paulo yang telah menguji CoronaVac, siap mengumumkan tingkat kemanjuran vaksin pada hari Rabu 23 Desember 2020. Butantan mengatakan pada hari Senin bahwa mereka menganggap informasi apa pun yang diberikan saat ini mengenai kemanjuran vaksin sebagai "spekulasi belaka."

Ketika negara-negara kaya membeli dosis vaksin dari pembuat obat Barat, negara-negara yang lebih miskin menaruh harapan mereka pada China. Vaksin CoronaVac Sinovac juga dapat disimpan di lemari es standar dengan suhu antara 36 dan 46 derajat Fahrenheit, membuatnya lebih mudah untuk diangkut dan disimpan di wilayah yang kurang berkembang.

Gubernur São Paulo João Doria telah mempelopori pengembangan vaksin China di Brasil, yang diharapkan menjadi salah satu vaksin pertama yang disetujui untuk digunakan di negara Amerika Latin yang terpukul parah itu.

Brasil telah mencatat lebih dari 187.000 kematian akibat Covid-19 sejauh ini dan terus melaporkan puluhan ribu kasus baru setiap hari fakta suram yang menjadikannya tempat pengujian ideal untuk vaksin.

Lebih dari 200 relawan tertular Covid-19 selama uji coba, memberi peneliti sampel yang cukup besar untuk menghitung kemanjuran vaksin dengan menghitung berapa banyak relawan yang terinfeksi yang mengonsumsi CoronaVac atau plasebo, direktur Butantan, Dimas Covas, mengatakan dalam sebuah wawancara.

Mr Covas mengatakan hasil Tahap 3 sedang ditinjau oleh komite independen yang terdiri dari lima ilmuwan, yang akan mengkonfirmasi tingkat kemanjuran. Meskipun dia menolak untuk mengidentifikasi nama-nama spesialis tersebut. Mr Covas mengatakan bahwa mereka berasal dari negara selain Brazil atau China.

Hasil uji coba akan diserahkan ke regulator obat di Brazil dan China pada hari Rabu. Bahkan, Mr Covas mengatakan ada kemungkinan CoronaVac akan disetujui di China sebelum Brazil.

Butantan, yang memulai produksi vaksin Sinovac di Brasil bulan ini, telah setuju dengan perusahaan swasta China untuk menjadi distributor CoronaVac di Amerika Latin. Pada bulan Mei, Butantan berencana untuk memulai pengiriman vaksin ke Argentina, Bolivia, Kolombia, Honduras, Peru, dan Uruguay, kata Covas kepada Journal.

Butantan, yang mendanai uji coba Tahap 3, akan menggunakan keuntungan apa pun dari distribusi vaksin untuk diinvestasikan kembali di pabrik yang sedang dibangunnya untuk memproduksi sebanyak satu juta dosis CoronaVac setiap hari, kata Covas.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sinovac Vaksin Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top