Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Obat Kanker Buatan Merck dan AstraZeneca dapat Persetujuan Baru di Jepang

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan negara menyetujui Lynparza sebagai perawatan pemeliharaan setelah pemberian kemoterapi lini pertama pada pasien dengan jenis kanker tertentu.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 30 Desember 2020  |  15:27 WIB
Logo AstraZeneca - Bloomberg
Logo AstraZeneca - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Dua perusahaan farmasi besar Merck (NYSE: MRK) dan AstraZeneca (NASDAQ: AZN) mengumumkan bahwa obat kanker mereka Lynparza telah disetujui oleh regulator farmasi Jepang untuk pengobatan tiga jenis penyakit: prostat, ovarium, dan pankreas.

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan negara Jepang menyetujui Lynparza sebagai perawatan pemeliharaan setelah pemberian kemoterapi lini pertama pada pasien dengan jenis kanker tertentu.

?"Untuk pasien di Jepang yang didiagnosis dengan masing-masing jenis kanker ini, hanya ada sedikit pilihan pengobatan," kata kepala pengembangan klinis global Merck Research Laboratories, Roy Baynes dilansir dari Strait Times.

"Persetujuan untuk perawatan seperti Lynparza, penghambat PARP pertama yang disetujui dalam jenis khusus kanker prostat tahan kebiri metastatik dan kanker pankreas metastatik di Jepang, memungkinkan kami untuk memajukan era pengobatan yang dipersonalisasi yang berkembang ini dan mengubah cara pengobatan kanker ini. ," dia menambahkan.

Menurut kedua perusahaan tersebut, tahun ini hampir 11.000 wanita di Jepang menerima diagnosis kanker ovarium. Selama tahun 2020, lebih dari 5.000 meninggal karenanya. Sementara itu, ada lebih dari 100.000 kasus baru kanker prostat di negara tersebut sepanjang tahun, dan sekitar 44.000 kasus baru kanker pankreas.

Ini adalah lampu hijau terbaru untuk obat Merck dan AstraZeneca, yang memenangkan persetujuan besar pertamanya pada tahun 2014 dari Food and Drug Administration (FDA) AS dan European Medicines Agency (EMA) Uni Eropa.

Kedua saham ditutup lebih tinggi karena berita tersebut, meskipun kenaikan 0,4% Merck mengikuti kenaikan 0,9% dari indeks S&P 500. Saham AstraZeneca naik 1,8% pada hari itu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanker AstraZeneca
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top