Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bagaimana Cara Vaksin Bekerja? Ahli CDC Amerika Serikat Menjawab!

Pakar CDC Amerika Serikat menuliskan vaksin Covid-19 membantu tubuh mengembangkan kekebalan terhadap virus tanpa harus terserang penyakit.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 11 Januari 2021  |  13:54 WIB
rnSeorang pekerja melakukan pemeriksaan kualitas di fasilitas pengemasan produsen vaksin China, Sinovac Biotech, yang mengembangkan vaksin untuk mengatasi Covid-19, dalam tur media yang diorganisir pemerintah di Beijing, China, 24 September 2020. - Antara/Reuters\\r\\n
rnSeorang pekerja melakukan pemeriksaan kualitas di fasilitas pengemasan produsen vaksin China, Sinovac Biotech, yang mengembangkan vaksin untuk mengatasi Covid-19, dalam tur media yang diorganisir pemerintah di Beijing, China, 24 September 2020. - Antara/Reuters\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Setiap negara sudah menyiapkan program vaksinasi Covid-19, termasuk Indonesia. Tahap awal vaksinasi di Indonesia rencananya dimulai pada Rabu (13/1/2021) dan dilakukan secara bertahap.

Dilansir dari laman resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat pada Senin (11/1/2021), saat pertama kali seseorang terinfeksi virus corona, dibutuhkan waktu beberapa hari atau minggu bagi tubuh untuk membuat dan menggunakan semua alat pembasmi kuman yang diperlukan untuk mengatasi infeksi.

Setelah infeksi, sistem kekebalan orang tersebut akan mengingat apa yang dipelajarinya tentang cara melindungi tubuh dari penyakit itu.

Lalu, bagaimana cara vaksin bekerja?

Pakar CDC Amerika Serikat menuliskan vaksin Covid-19 membantu tubuh mengembangkan kekebalan terhadap virus penyebab Covid-19 tanpa harus terserang penyakit.

"Berbagai jenis vaksin bekerja dengan cara yang berbeda untuk menawarkan perlindungan. Namun, dengan semua jenis vaksin, tubuh memiliki persediaan limfosit-T, yang disebut sel memori, serta limfosit-B yang akan mengingat cara melawan virus itu di masa mendatang," tulis situs cdc.gov seperti dikutip Bisnis, Senin (11/1/2021). 

CDC mengungkapkan Limfosit-T merupakan jenis lain dari sel darah putih defensif. Limfosit-T menyerang sel-sel dalam tubuh yang telah terinfeksi. Sementara itu, limfosit-B adalah sel darah putih pertahanan. Limfosit-T menghasilkan antibodi yang menyerang potongan-potongan virus yang ditinggalkan oleh makrofag.

Biasanya, dibutuhkan waktu beberapa minggu bagi tubuh untuk memproduksi limfosit-T dan limfosit-B setelah vaksinasi. Oleh karena itu, ada kemungkinan seseorang tertular Covid-19 sebelum atau setelah vaksinasi kemudian jatuh sakit. Ini terjadi karena vaksin tidak mempunyai cukup waktu untuk memberikan perlindungan.

"Terkadang setelah seseorang melakukan vaksinasi, seseorang akan merasakan gejala seperti demam. Namun, gejala tersebut normal dan merupakan tanda bahwa tubuh sedang membangun kekebalan," tulis CDC AS. 

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19 Vaksin Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top