Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

6 Jenis Vaksin Covid-19 di Indonesia: Sinovac, AstraZeneca, hingga Pfizer

Berikut fakta-fakta soal enam jenis vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia: Bio Farma, Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, dan Pfizer.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 13 Januari 2021  |  13:06 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) disuntik dosis pertama vaksin Covid-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof Abdul Mutalib (kanan) di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021). ANTARA FOTO - Setpres/Agus Suparto
Presiden Joko Widodo (kiri) disuntik dosis pertama vaksin Covid-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof Abdul Mutalib (kanan) di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021). ANTARA FOTO - Setpres/Agus Suparto

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia mulai melaksanakan vaksinasi Covid-19 pada Rabu (13/1/2021). Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang Indonesia pertama yang menerima vaksin Covid-19 buatan Sinovac.

Presiden Jokowi menyatakan keputusan itu dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa vaksin Covid-19 benar-benar aman. Hal tersebut disampaikannya melalui YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu (16/12/2020).

“Saya juga ingin tegaskan lagi nanti saya yang akan menjadi penerima pertama, divaksin pertama kali,” kata Presiden Jokowi, Rabu (13/1/2021).

Selain itu, Jokowi menegaskan vaksin Covid-19 akan diberikan secara gratis kepada masyarakat Indonesia. Keputusan tersebut diambil Presiden menerima banyak masukan dari masyarakat terkait program vaksinasi.

Pemerintah telah menetapkan 6 jenis vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk vaksinasi di Indonesia. Hal itu Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/9860/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Keputusan ini diteken oleh Menkes Terawan Agus Putranto pada Kamis (3/12/2020) di Jakarta.

Keenam vaksin tersebut diproduksi oleh perusahaan lokal dan internasional, yaitu Bio Farma, Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, dan Pfizer. Berikut fakta-fakta soal enam jenis vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia:

1. PT Bio Farma (Persero)
PT Bio Farma (Persero) memiliki dua jalur untuk pengadaan vaksinasi Covid-19 yang melibatkan perusahaan BUMN. Pertama, bekerja sama dengan produsen vaksin asal China, Sinovac Biotech Ltd. Vaksin buatan Sinovac menggunakan inactivated virus atau virus yang dimatikan dalam pengembangan.

Kedua, mengembangkan vaksin Merah Putih buatan dalam negeri, di mana PT Bio Farma (Persero) bekerja sama dengan Lembaga Biomolekuler Eijkman. Pada vaksin Merah Putih menggunakan protein rekombinan, DNA, dan RNA dalam pengembangannya.

2. Sinovac Biotech Ltd.
Sinovac memberikan nama pada kandidat vaksin Covid-19 dengan nama CoronaVac. Vaksin ini menggunakan versi non-infeksi dari virus Covid-19 untuk memicu respon imun. Saat ini, Indonesia sudah mengantongi 15 juta dosis bahan baku vaksin Covid-19 Sinovac. Sebelumnya, pada tahap pertama pemerintah Indonesia telah mendatangkan 1,2 juta vaksin Covid-19 buatan Sinovac.

Adapun, untuk tahap kedua pemerintah kembali menerima vaksin Covid-19 sebanyak 1,8 juta vaksin. Bahan baku tersebut akan diproses oleh PT Bio Farma dalam jangka waktu 1 bulan. Menkes Budi Gunadi Sadikin menargetkan 12 juta dosis vaksin Sinovac tersedia pada Januari 2021.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito mengatakan vaksin Sinovac memiliki tingkat efikasi sebesar 65,3 persen berdasarkan uji klinis di Indonesia. Angka tersebut telah memenuhi persyaratan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan minimal efikasi vaksin yaitu 50 persen.

3. AstraZeneca
Pemerintah Indonesia memastikan siap membeli vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh perusahaan biofarma asal Cambridge, Inggris AstraZeneca PLC.

AstraZeneca dengan merk dagang AZD1222 ditemukan oleh Universitas Oxford bersama Vaccitech. Vaksin asal Inggris ini tercatat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memasuki studi uji klinis fase ketiga.

AstraZeneca akan menyuplai 50 juta dosis vaksin Covid-19 di Indonesia. Badan Pengatur Produk Kesehatan dan Obat-obatan (MHRA) Inggris telah mengeluarkan emergency use authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat vaksin tersebut.

4. China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm)
Pemerintah Indonesia memesan 60 juta dosis vaksin dari Sinopharm.
Dilansir dari laman resmi Sinopharm pada Rabu (13/1/2021), China menyetujui vaksin Sinopharm pertamanya untuk penggunaan masyarakat umum pada Kamis 31 Desember 2020.

Lebih dari 60 ribu relawan dari 125 kebangsaan telah berpartisipasi dalam uji klinis fase ketiga Sinopharm CNBG di negara-negara di luar China, termasuk UEA dan Bahrain. Efikasi vaksin berdasarkan analisis sementara lebih tinggi dari target yang ditetapkan di awal, dan kinerja keamanan dan efektivitasnya juga melebihi tingkat standar WHO.

Karena standar diagnosis kasus infeksi dan proses tinjauan uji klinis fase ketiga bervariasi di berbagai negara, tingkat efikasi 86 persen yang diumumkan oleh UEA, dan 79,34 persen oleh Cina nyata dan valid.

5. Pfizer Inc. and BioNTech
Vaksin Pfizer and BioNTech memiliki kemanjuran hampir 95 persen. Vaksin ini telah diotorisasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) untuk Otorisasi Penggunaan Darurat (EUA).

Vaksin ini menunjukkan BNT162b2 menjadi 95 persen efektif melawan Covid-19 mulai 28 hari setelah dosis pertama. Dengan 170 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi dievaluasi, dengan 162 diamati dalam kelompok plasebo versus 8 dalam kelompok vaksin. Vaksin ini telah konsisten di seluruh usia, jenis kelamin, ras dan demografi etnis yang diamati pada orang dewasa di atas 65 tahun lebih dari 94 persen.

Saat ini, pemerintah sedang memfinalisasi kontrak vaksin dengan Pfizer (Amerika Serikat) agar bisa melengkapi kontrak pasti menjadi 329 juta.

6. Moderna
Moderna mengumumkan telah mengajukan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

Dikutip dari laman resmi Modernatx.com, berdasarkan 95 kasus, di mana 90 kasus Covid-19 diamati dalam kelompok plasebo versus 5 kasus yang diamati di kelompok mRNA-1273, menghasilkan perkiraan efikasi vaksin sebesar 94,5 persen. Vaksin yang dikembangkan Moderna atau yang dikenal dengan sebuah mRNA-1273 menggunakan mRNA sintetis untuk meniru permukaan virus corona baru dan mengajari sistem kekebalan untuk mengenali dan menetralkannya.

Sementara itu, Moderna berencana menyediakan 100 hingga 125 juta dosis vaksin Covid-19 pada kuartal pertama 2021. Sebagian besar dari produksi ini akan dikirim ke Amerika Serikat (AS). Moderna mengungkapkan antara 85 dan 100 juta dosis akan didistribusikan di Amerika Serikat, dengan seluruh dunia menerima sisa 15 hingga 25 juta. 

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi pfizer bio farma Sinovac Vaksin Covid-19 AstraZeneca moderna
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top