Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hati-hati, Diare Jadi Tanda Radang Usus Kronis

terjadi peradangan dan luka di sepanjang lapisan superfisial usus besar dan rektum, sehingga sering merasa nyeri di bagian kiri bawah perut.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 20 Januari 2021  |  17:29 WIB
Gejala yang sering timbul dari kanker usus besar adalah diare. - UGM
Gejala yang sering timbul dari kanker usus besar adalah diare. - UGM

Bisnis.com, JAKARTA - Penyakit inflammatory bowel disease (IBD) yang juga dikenal dengan peradangan usus kronis bisa menciptakan komplikasi hingga kematian bagi penderitanya.

IBD merupakan sekelompok penyakit autoimun yang ditandai dengan peradangan pada usus kecil dan besar, di mana elemen sistem pencernaan diserang oleh sistem kekebalan tubuh sendiri.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam & Konsultan Gastroenterologi Hepatologi RSCM-FKUI Profesor Murdani Abdullah menjelaskan IBD sering disamakan dengan dengan irritable bowel syndrome (IBS). "Baik IBD maupun IBS menyebabkan sakit perut, kram, dan buang air besar yang mendesak (diare)," ujarnya dalam diskusi virtual, Rabu (20/1/2021).

Dia menjelaskan IBS masih diklasifikasi sebagai gangguan fungsional dan tidak menimbulkan peradangan, sedangkan IBD sudah diklasifikasi sebagai gangguan organik yang disertai dengan kerusakan pada saluran cerna.

IBD tentu lebih berbahaya karena dapat menyebabkan peradangan yang merusak dan kerusakan ini bisa bersifat permanen pada usus  "Bahkan salah satu komplikasinya bisa meningkatkan risiko kanker usus besar," tutur Murdani.

Pada dasarnya, IBD terbagi menjadi 2 tipe, yaitu ulcerative colitis (UC) dan crohn’s disease (CD). Kini terdapat juga tipe yang lain dari IBD, yaitu colitis indeterminate (unclassified).

Pada ulcerative colitis (UC), terjadi peradangan dan luka di sepanjang lapisan superfisial usus besar dan rektum, sehingga sering merasa nyeri di bagian kiri bawah perut. Sedangkan pada Crohn’s Disease (CD), terjadi peradangan hingga lapisan saluran pencernaan yang lebih dalam, sehingga sering merasa nyeri di bagian kanan bawah perut namun pendarahan dari rektum cenderung lebih jarang.

Murdani menambahkan, gejala penyakit radang usus berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan peradangan dan lokasi terjadinya peradangan. "Namun pada UC dan CD, keduanya memiliki tanda dan gejala umum yang perlu diwaspadai seperti diare, kelelahan, sakit perut dan kram, nafsu makan berkurang, darah pada feses, dan penurunan berat badan," jelasnya.

Pada dasarnya, penyebab IBD belum diketahui jelas. IBD biasanya disebabkan oleh gangguan sistem kekebalan tubuh. Namun, kesalahan pada diet dan tingkat stress berlebih juga bisa memicu terjadinya IBD.

"Faktor keturunan juga berperan dalam IBD meskipun angka penderitanya sangat sedikit," tambahnya.

Murdani melanjutkan dalam perkembangannya, IBD yang dibiarkan bisa memperparah kondisi pasien akibat komplikasi yang ditimbulkan. Pada UC, penderitanya bisa mengalami toxic megalocon (pembengkakan usus besar yang beracun), perforated colon (lubang pada usus besar), dehidrasi berat dan meningkatkan risiko kanker usus besar.

Pada CD, penderitanya bisa mengalami bowel obstruction, malnutrisi, fistulas, dan anal fissure (robekan pada jaringan anus ). Kata Murdani jika kedua jenis IBD ini dibiarkan, keduanya bisa menciptakan komplikasi seperti penggumpalan darah, radang kulit, mata, dan sendi, serta komplikasi lainnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanker diare kanker usus besar
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top