Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Makanan yang Harus Dihindari jika Anda Positif Covid-19

Karena itu, hal penting yang perlu dilakukan adalah mengisi daya kekebalan Anda.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 21 Januari 2021  |  17:22 WIB
Buah-buahan mengandung nutrisi yang baik bagi tubuh. Namun, ada beberapa buah yang terlarang bagi penyakit tertentu. - Boldsky
Buah-buahan mengandung nutrisi yang baik bagi tubuh. Namun, ada beberapa buah yang terlarang bagi penyakit tertentu. - Boldsky

Bisnis.com, JAKARTA - Ketika Anda berada dalam fase pemulihan dari covid-19, viral load atau jumlah virus membutuhkan waktu untuk menghilang dari tubuh.

Karena itu, hal penting yang perlu dilakukan adalah meningkatkan daya kekebalan Anda.

Salah satunya melalui makanan yang Anda konsumsi. Penting diketahui, makanan apa pun yang meningkatkan tingkat stres oksidatif Anda, atau yang menghambat sistem kekebalan tubuh Anda bekerja secara sehat tidak boleh dikonsumsi.

Idealnya, seperti halnya penyakit lainnya, waktu pemulihan adalah ketika seseorang harus konsumsi makanan bergizi, jenis sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan dan biji-bijian yang sehat, dan bahan-bahan makanan lainnya yang meningkatkan kekebalan.

Dilansir dari Times of India, makanan kaya antioksidan harus dimasukkan ke dalam daftar makanan yang harus Anda konsumsi selain juga tentunya makanan dengan protein tinggi untuk pemulihan lebih cepat.

Pastikan juga, Anda tidak mengonsumsi terlalu banyak makanan olahan, minuman manis, atau makanan asin, yang tidak hanya buruk bagi kesehatan tetapi juga bisa menurunkan kekebalan tubuh dan memicu peradangan yang tinggi.

Jika Anda mengalami gejala pernapasan akut seperti sesak napas, batuk parah atau sesak napas, minum teh yang menenangkan, dan kacang-kacangan yang dapat membantu meredakan sesak napas Anda. Demikian dilansir dari Times of India.

Sementara itu, menurut WHO, hindari makan di luar dan pilih makan di rumah untuk mengurangi tingkat kontak dengan orang lain dan menurunkan kemungkinan Anda terpapar atau menularkan Covid-19 pada orang lain.

Sebaiknya jaga jarak setidaknya 1 meter antara Anda dan siapa saja yang batuk atau bersin. Hal itu tidak selalu memungkinkan dalam lingkungan sosial yang ramai seperti restoran dan kafe.

Percikan virus dari orang yang terinfeksi dapat mendarat di permukaan dan tangan orang (misalnya pelanggan dan staf), dan dengan banyak orang yang datang dan pergi, Anda tidak dapat mengetahui apakah tangan dicuci secara teratur, dan permukaan dibersihkan dan didesinfeksi dengan cukup baik.

Menurut artikel di thegourmetjournal, disebutkan ada beberapa makanan yang harus dihindari berikut ini:

1. Mengandung Garam berlebih

Seperti disebutkan di atas, peradangan dapat menjadi faktor risiko dalam hal keparahan virus, dan konsumsi garam yang berlebihan dapat memperburuk peradangan pembuluh darah. Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan agar kita mengonsumsi kurang dari lima gram garam setiap hari, sesuatu yang dapat dicapai dengan menyiapkan dan mengonsumsi makanan segar.

2. Gula berlebih

Meminimalkan konsumsi gula kita juga dapat membantu mengurangi peradangan. Seringkali, makanan yang terbuat dari gula sederhana hanya menawarkan kalori kosong, artinya makanan tersebut tidak memberikan nilai gizi apa pun. Selain itu, American Journal of Clinical Nutrition menyatakan bahwa gula olahan dapat meningkatkan sekresi sitokin, yang pada gilirannya menyebabkan peradangan.

Jika kita ingin makan sesuatu yang manis, kita harus mencoba dan beralih ke buah daripada makan makanan olahan dengan kadar gula rafinasi yang tinggi.

3. Tinggi Lemak

Lemak, khususnya lemak jenuh, merupakan elemen lain yang dapat meningkatkan peradangan, mengingat lemak jenuh menyebabkan peradangan pada jaringan lemak. Oleh karena itu, konsumsi lemak jenuh tidak boleh melebihi 10% dari asupan kalori harian kita. Alih-alih mengonsumsi lemak jenuh, yang ditemukan dalam keju dan daging merah, konsumsi lemak kita harus didasarkan pada lemak yang lebih sehat, seperti telur, ikan berlemak, kacang-kacangan, dan alpukat.

Masih belum ada rekomendasi resmi terkait merancang pola makan untuk melindungi kita dari COVID-19. Namun, kita dapat mengikuti pedoman ini untuk memperkuat sistem kekebalan kita.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makanan sehat Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top