Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Strain Baru Virus Corona Berisiko Timbulkan Infeksi Ulang

Varian COVID Afrika Selatan baru dapat menghindari antibodi, meningkatkan kemungkinan infeksi ulang, menurut para ilmuwan
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 23 Januari 2021  |  07:22 WIB
Sel virus corona
Sel virus corona

Bisnis.com, JAKARTA - Menurut sebuah studi baru-baru ini, jenis virus corona baru, yang pertama kali muncul di Afrika Selatan, dikatakan lebih menular dan bisa menimbulkan risiko infeksi ulang pada penyintas covid-19.

Para ilmuwan sebelumnya juga mengklaim bahwa varian Afrika Selatan dapat menyebabkan beberapa hambatan dalam keefektifan vaksin Covid-19.

Varian Afrika Selatan baru, yang diberi nama "501Y.V2", adalah strain SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19. Varian baru muncul ke permukaan di wilayah metropolitan Nelson Mandela Bay di provinsi Eastern Cape, Afrika Selatan.

Strain virus baru ini mencakup mutasi genetik pada protein "lonjakan" yang dapat menjadi penyebab penyebaran virus secara cepat dan mudah di antara manusia. Protein lonjakan inilah yang menyebabkan virus corona masuk ke dalam sel manusia.

Menurut para ilmuwan, varian tersebut dapat memasuki sel manusia dengan lebih mudah karena tiga mutasi pada reseptor-binding domain (RBD) pada lonjakan glikoprotein virus.
Menurut penelitian

Sesuai studi terbaru yang diterbitkan di platform pracetak bioRxiv, yang belum ditinjau sejawat, 501Y.V2 memiliki mutasi pada sembilan bagian protein lonjakannya, yang membuatnya lebih efisien dalam memasuki dan menginfeksi sel manusia.

Setelah mengambil antibodi penawar dari pasien yang pulih dari COVID, para peneliti mengujinya terhadap varian baru. Mereka menyimpulkan bahwa 21 dari 44 sampel tidak memiliki aktivitas penetralan yang terdeteksi terhadap varian ini. Menurut para ilmuwan, virus mutan menunjukkan "pelarian substansial atau lengkap dari antibodi penawar dalam plasma pemulihan COVID-19."

Para ilmuwan lebih lanjut menyoroti peningkatan kemungkinan infeksi ulang. Meski begitu, penelitian tersebut telah mengklaim bahwa varian baru "mungkin menunjukkan penurunan kemanjuran vaksin berbasis lonjakan saat ini."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

afrika Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top