Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setara Thermogun, Epidemiolog Tegaskan GeNose Tak Efektif Deteksi Covid-19

Dia mengatakan GeNose hanya bisa bertindak sebagai alat skrining awal setara thermogun. Karena sifatnya sama seperti alat pengecek suhu, bisa saja orang yang positif Covid-19 lolos setelah dites dengan GeNose.
Desynta Nuraini dan Mia Chitra Dinisari
Desynta Nuraini dan Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 28 Januari 2021  |  17:24 WIB
GeNose.  - Kemenristek
GeNose. - Kemenristek

Bisnis.com, JAKARTA - Pernyataan Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito terkait GeNose ampuh untuk mendeteksi Covid-19 dibantah langsung Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman.

Dia mengatakan GeNose hanya bisa bertindak sebagai alat skrining awal setara thermogun. Karena sifatnya sama seperti alat pengecek suhu, bisa saja orang yang positif Covid-19 lolos setelah dites dengan GeNose.

"Ini tidak bisa menggantikan rapid test antigen apalagi PCR," ujarnya Kamis (28/1/2021).

Walaupun tes melalui napas ini sudah ditemukan dari Maret-April 2020 lalu di negara maju sampai sekarang negara-negara tersebut pun belum ada yang memakainya, sekalipun untuk skrining awal.

Diajukan untuk izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) pun belum ada yang menyetujui karena memang tes menggunakan GeNos belum memadai.

Beberapa riset juga menyampaikan dari 30 sel uji yang melalui PCR dinyatakan positif, sementara ketika dites kembali memakai alat ini baru 7-8 yang terdeteksi. Oleh karena itu penggunaan GeNose di Indonesia perlu ditinjau ulang.

"Jangan sampai timbulkan masalah baru karena bisa jadi false positif, negatif yang berisiko dalam situasi pengendalian (Covid-19) kita yang belum terkendali," tutur Dicky.

Sementara itu, Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Hermawan Saputra menilai secara teknis penggunaan GeNose menjadi kurang efektif. 

"Untuk mencoba alat ini harus dalam kondisi fit, tidak makan berbau menyengat atau merokok. Oleh karena itu penggunaan ini kurang efektif di kala penempatannya di sentra-sentra mobilitas seperti terminal, stasiun ataupun bandara," terangnya.

Selain itu, sulit memastikan pengguna jujur atau tidak dalam memenuhi persyaratan itu sebelum melakukan tes. 

Menurutnya, GeNose tidak tepat dipergunakan untuk melakukan skrining awal di pusat transportasi massal. Efektivitas GeNose akan lebih baik dilakukan untuk penelitian dalam kondisi tertentu. 

Pemerintah sebelumnya menyatakan akan menggunakan GeNose sebagai alat pendeteksi virus di stasiun kereta api. Alat ini juga akan digunakan sebagai pemenuhan syarat bagi masyarakat yang ingin bepergian naik kereta api.

UGM mengklaim hasil uji coba tes Corona di GeNose menunjukan sensitivitas 92%. Dalam uji validasi yang dilakukan, ada sebanyak 615 sampel napas, dan 382 napas di antaranya disebutkan berpola positif COVID-19.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Genose
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top