Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Studi : Virus Corona bisa Bersembunyi di Otak

Para peneliti di Georgia State University di AS mengukur kadar Sars-CoV-2 - patogen yang menyebabkan Covid-19 - di otak tikus yang telah terinfeksi melalui saluran hidung dan telah mengembangkan penyakit parah.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 28 Januari 2021  |  20:42 WIB
Otak
Otak

Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah penelitian baru menyebutkan virus corona bukan hanya bisa menyerang otak, namun kemungkinan bisa bersembunyi di dalam otak.

Para peneliti di Georgia State University di AS mengukur kadar Sars-CoV-2 - patogen yang menyebabkan Covid-19 - di otak tikus yang telah terinfeksi melalui saluran hidung dan telah mengembangkan penyakit parah.

Mereka menemukan tingkat virus 1.000 kali lebih tinggi di sana daripada di organ lain, kata mereka dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Viruses, seperti dilansir dari SCMP.

Tim peneliti kini sedang memikirkan implikasi dari temuan baru tersebut, yang menunjukkan peningkatan tingkat virus corona di otak lima hingga enam hari setelah infeksi awal. Temuan inu berkorelasi dengan timbulnya gejala seperti kesulitan bernapas, disorientasi dan kelemahan. Sebaliknya, virus mulai menurun di paru-paru hewan sekitar hari ketiga, kata para peneliti.

Para peneliti menduga bahwa tingkat virus yang tinggi di otak berpotensi menjelaskan gejala neurologis yang persisten pada beberapa orang yang disebut long-haulers, atau gejala yang dirasakan dalam jangka panjang.

Tidak semua infeksi Covid-19 sampai ke otak. Tapi jika virus itu masuk ke otak, maka dia mungkin tetap di sana.

"Otak adalah salah satu daerah tempat virus suka bersembunyi," kata asisten profesor dan penulis utama studi Mukesh Kumar dalam sebuah pernyataan.

“Itulah mengapa kami melihat penyakit parah dan semua gejala ganda ini seperti penyakit jantung, stroke, dan semua penyakit jangka panjang ini dengan hilangnya penciuman, hilangnya rasa. Semua ini berkaitan dengan otak, bukan dengan paru-paru. 

Ini juga bisa menjelaskan mengapa pasien yang tampak membaik dan paru-parunya mulai berfungsi kembali bisa tiba-tiba kambuh dan mengalami penurunan tajam.

Infeksi virus yang masuk ke otak secara umum dapat menyebabkan peradangan yang bergema di seluruh tubuh, tidak terkecuali virus corona.

“Pemikiran kami bahwa ini lebih merupakan penyakit pernapasan belum tentu benar,” kata Kumar dalam pernyataannya.

“Sekali ia menginfeksi otak, ia dapat mempengaruhi apapun karena otak mengendalikan paru-paru Anda, jantung, semuanya. Otak adalah organ yang sangat sensitif. Ini adalah pemroses utama untuk segalanya. "

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona otak
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top