Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Canggih, Vaksin Virus Corona Dirancang Dalam Bentuk Pil di Masa Mendatang

Teknologi dengan pil dan lainnya sedang dikembangkan di seluruh dunia, Inggris untuk meredakan pandemi virus corona (Covid-19).
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 09 Februari 2021  |  12:25 WIB
Canggih, Vaksin Virus Corona Dirancang Dalam Bentuk Pil di Masa Mendatang
Inggris sedang mengembangkan pil untuk vaksin virus corona (Covid-19). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Orotiras Inggris mengatakan bahwa mereka sedang menilai penggunaan vaksin dengan teknologi pil, yang sedang dikembangkan di seluruh dunia.

ImmunityBio yang berbasis di Amerika Serikat menggunakan teknologi yang dikembangkan Inggris untuk membuat vaksin dalam bentuk pil atau tablet dan telah memulai uji klinis.

JosBio, yang berbasis di Sussex, Inggris telah merekayasa vaksin dalam bentuk oral dan melakukan uji coba awal pada monyet. Dilaporkan bahwa hasilnya menunjukkan respons yang sangat efektif.

Menteri Urusan Vaksin Inggris Nadhim Zahawi mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa ada teknologi dengan pil dan lainnya sedang dikembangkan di seluruh dunia, Inggris akan melihat perkembangan tersebut.

“Tapi kami memastikan Inggris akan selalu memiliki kemampuan dan kapasitas untuk memproduksi varian vaksin yang akan menangani virus varian apa pun,” katanya kepada Times Radio, seperti dikutip Selasa (9/2).

Hingga saat ini, lebih dari 12 juta orang di Inggris telah mendapatkan dosis pertama vaksin virus corona. Pemerintah menetapkan sasaran untuk memberikan dosis pertama kepada 15 juta orang dalam empat kelompok prioritas pada 15 Februari mendatang.

Dalam perkembangan lain, Afrika Selatan telah menunda peluncuran vaksin Oxford-AstraZeneca setelah sebuah studi baru menunjukkan bahwa vaksin yang dikembangkan Inggris tersebut menawarkan perlindungan minimal terhadap jenis varian baru Covid-19.

Mutasi itu telah menyumbang sekitar 90 persen kasus di Afrika Selatan. Sementara, lebih dari 100 kasus varian negara itu telah ditemukan di Inggris. Zahawi mengatakan masyarakat harus tetap yakin tentang efektivitas vaksin dan dia menyatakan vaksin akan diperbarui untuk menawarkan perlindungan yang lebih baik.

Kendati perlu untuk mempersiapkan penyebaran vaksin yang diperbarui, otoritas Inggris percaya diri peluncuran program vaksinasi termasuk Oxford-AstraZeneca akan memberikan perlindungan dari penyakit pandemi mematikan ini.

“Kita perlu menyadari bahwa meskipun vaksin telah mengurangi kemanjuran dalam mencegah infeksi, mungkin masih ada kemanjuran yang baik terhadap penyakit parah, rawat inap, dan kematian. Ini sangat penting untuk melindungi sistem perawatan kesehatan,” katanya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan
Konten Premium

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top