Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

4 Orang Meninggal di Guinea Gara-gara Ebola

Awal pekan ini, korban keempat meninggal dunia di negara itu dan empat lainnya dirawat di pusat isolasi. Mereka menderita muntah, diare, dan pendarahan. Setidaknya tujuh orang yang tertular virus menghadiri pemakaman pada awal bulan ini.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 16 Februari 2021  |  10:31 WIB
Virus Ebola - Istimewa
Virus Ebola - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Pejabat kesehatan di negara Guinea tengah berlomba untuk mengatasi wabah baru Ebola yang telah menewaskan sedikitnya empat orang dan menimbulkan kekhawatiran di seluruh Afrika barat, yang menderita paling parah akibat virus tersebut.

Dilansir dari The Guardian, Selasa (16/2) awal pekan ini, korban keempat meninggal dunia di negara itu dan empat lainnya dirawat di pusat isolasi. Mereka menderita muntah, diare, dan pendarahan. Setidaknya tujuh orang yang tertular virus menghadiri pemakaman pada awal bulan ini.

Dalam pernyataannya, Kementerian Kesehatan Guinea mengatakan semua tindakan telah diambil untuk membendung epidemi secepat mungkin. Mereka juga menyebut wabah virus terakhir terlihat pada 2016 silam yang menginfeksi lebih dari 28.000 orang dan menyebabkan 11.000 kematian di Afrika Barat.

Epidemi menyebar dari Guinea ke Liberia dan negara lain di kawasan, memicu sistem pencegahan, pengobatan, dan pengawasan ekstensi di beberapa negara. Kampanye testing dan tracing intensif juga telah dimulai di Gouke dan kota-kota sekitarnya.

World Health Organization (WHO) dengan cepat mengerahkan vaksinasi dan perawatan yang telah dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir ke negara itu dan beberapa negara tetangga lain. Mereka menambahkan masih ada harapan wabah dapat diatasi.

Kepala misi WHO di Guinea Georges Ki-Zerbo mengatakan ada kekhawatiran dan tantangan nyata untuk memelihara dan memperkuat sistem kesehatan Guinea. Tapi juga ada banyak penguatan yang terjadi dari kerja sama regional.

Dia melanjutkan munculnya wabah Ebola di tengah negara yang juga berjuang menghadapi pandemi Covid-19 menjadi perhatian akut lantaran sumber daya yang makin berkurang. Dia mengharapkan peringatan dan kewaspadaan yang dibawa oleh Covid-19 juga dapat membantu mengatasi Ebola.

Pejabat kesehatan di Afrika barat mengungkapkan kekhawatiran yang bercampur aduk antara Covid-19 dan Ebola, tetapi mereka juga yakin bahwa wabah dapat segera ditangani. Kemajuan signifikan telah dicapai dalam meningkatkan kemampuan sistem kesehatan di negara-negara kecil.

Pada akhir pekan lalu, Liberia, yang berbagi perbatasan dengan Guinea mengumumkan sistem kesehatan mereka akan waspada terhadap kemungkinan kasus Ebola yang muncul di wilayah tersebut.

Heounohu Romello Hessou, dokter dan pejabat senior penanggulangan Covid-19 Liberia mengatakan negaranya telah melakukan langkah cepat sejak kasus pertama diumumkan di Guinea dan sistem testing-tracing intensif sedang dilakukan.

“Saat ini seluruh lembaga kesehatan masyarakat, yang pada dasarnya lahir dari wabah Ebola, bekerja sepanjang waktu. Mengirimkan tim pencari fakta, melakukan tindakan kesehatan masyarakat di kota-kota yang berbatasan dengan Guinea,” katanya.

Upaya vaksinasi juga sedang diterapkan, di mana vaksin untuk mencegah dan mengobati Ebola akan diberikan kepada semua kontak yang diketahui dari mereka yang terinfeksi, dengan kapasitas pengujian yang luas telah tersedia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

afrika Virus Ebola
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top