Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Alasan Masyarakat Diminta Wajib Patuhi Prokes Meski Sudah Divaksin

Apabila setelah divaksin Anda berkontak dengan orang yang ternyata positif Covid-19, prosedur yang perlu Anda lakukan sama seperti sebelum divaksin yakni PCR tes atau minimal antigen swab.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Februari 2021  |  15:41 WIB
Petugas menyuntikan vaksin Covid-19 kepada pedagang di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu (17/2/2021). Vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang diberikan untuk pekerja publik dan lansia itu dimulai dari pedagang Pasar Tanah Abang. ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A
Petugas menyuntikan vaksin Covid-19 kepada pedagang di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu (17/2/2021). Vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang diberikan untuk pekerja publik dan lansia itu dimulai dari pedagang Pasar Tanah Abang. ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Pakar kesehatan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Junior Doctor Network (JDN) Indonesia, dr. Vito Anggarino Damay mengingatkan Anda yang sudah divaksin Covid-19 tetap harus menjaga diri agar tak berkontak dengan mereka yang positif Covid-19.

"Orang yang divaksinasi masih ada risiko menyebarkan virus," ujar Vito.

Vito mengatakan, anjuran sejauh ini masih sama usai Anda divaksin yakni tetap menerapkan protokol kesehatan antara lain mencuci tangan, mengenakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas agar tak terkena Covid-19 atau menularkan penyakit akibat virus SARS-CoV-2 itu pada orang lain.

Apabila setelah divaksin Anda berkontak dengan orang yang ternyata positif Covid-19, prosedur yang perlu Anda lakukan sama seperti sebelum divaksin yakni PCR tes atau minimal antigen swab.

"(Prosedur setelah tes) saat ini masih sama, tapi tentunya setelah menerima vaksinasi diharapkan setidaknya tidak perlu (masuk) ICU atau tidak perlu rawat inap, cukup isolasi mandiri saja," kata dia.

Sebelumnya, panduan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) belum lama ini menyatakan, orang yang telah divaksinasi Covid-19 tidak perlu melakukan isolasi mandiri apabila terpapar seseorang yang terinfeksi virus SARS-CoV-2.

Walau begitu, menurut CDC, mereka yang telah divaksinasi tetap harus memperhatikan gejala Covid-19 selama 14 hari setelah terpapar. Apabila mengalami gejala, mereka harus dievaluasi dan dites Covid-19.

Mereka juga mengingatkan, orang-orang perlu tetap mematuhi semua protokol kesehatan termasuk memakai masker, menjaga jarak sosial, menghindari kerumunan dan ruang berventilasi buruk.

"Vaksinasi akan membuat seseorang reaktif ketika diperiksa rapid test antibodi ketika kekebalannya muncul. Namun ini tidak berarti positif swab antigen apalagi positif pada tes swab PCR," kata Vito.

Vito kembali mengingatkan agar mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebelum divaksinasi, pasalnya kondisi tekanan darah tinggi atau bahkan masalah kesehatan lainnya.

Dia menyarankan agar tidak begadang menjelang vaksinasi, menahan diri dari konsumsi makanan yang membuat tubuh Anda tak fit. Vito tak menyebut secara spesifik makanan pedas, asam dan sebagainya, tetapi menurut dia, apabila Anda memaksakan menyantap rujak pedas lalu esoknya diare, maka sudah pasti Anda batal divaksin.

"Kalau begadang, terlalu lelah, maka besoknya tiba-tiba demam, tidak bisa divaksin juga," tutur dia.

Ketika hari vaksinasi tiba, sebaiknya tenangkan diri, jangan merokok, minum kopi atau hidangan yang menstimulasi organ tertentu misalnya suplemen, obat pilek. Obat batuk yang Anda tidak tahu kandungannya apakah ada efedrin sebaiknya jangan dikonsumsi.

Saat tiba di lokasi, jangan berlari, terburu-buru. Setidaknya selama 30 menit Anda dalam kondisi tenang, tidak melakukan olahraga yang berat karena tekanan darah Anda akan diperiksa. Ketika duduk, usahakan kedua telapak kaki menyentuh lantai, siku setinggi jantung Anda (di tengah agak ke kiri).

Jawab pertanyaan petugas kesehatan terkait kesehatan Anda dengan jujur, misalnya pernah terkena serangan jantung, lemah jantung, naik tangga 10 lantai cepat lelah atau tidak, jawab dengan jujur.

"Anda tidak perlu takut batal divaksin karena tidak bisa menjawab salah satu pertanyaan. Ini skrining menjamin kita semua berusaha seaman mungkin. Efek samping mungkin muncul, tetapi ini risiko yang Anda ambil kalau mau divaksin. Tentu saja, Anda tahu vaksin ini aman," kata Vito.

Kalaupun Anda batal divaksin, tidak perlu khawatir karena akan tiba waktu berikutnya.

Setelah divaksin, Anda akan diobservasi apakah ada kejadian ikutan pasca imunisas (KIPI). Anda jangan terlalu gelisah karena sakit disuntik relatif bisa ditoleransi.

Ingatlah membawa pulang kartu atau bukti tanda vaksinasi pertama, dan bawa kembali kartu saat vaksinasi kedua.

Terakhir, Vito menyarankan Anda meluangkan waktu khusus untuk vaksinasi dan beberapa jam setelahnya jangan mengisi hari tersebut dengan jadwal yang padat. Terkadang ada efek samping lapar dan mengantuk setelah vaksinasi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Vaksin Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top