Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenali 4 Gejala Long Covid-19 pada Anak

Gejala infeksi virus corona (Covid-19) pada orang dewasa juga bisa terjadi pada anak-anak. Kenali gejalanya.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 23 Februari 2021  |  21:44 WIB
Gejala long Covid-19 pada anak mirip dengan orang dewasa. - ilustrasi.Loyola
Gejala long Covid-19 pada anak mirip dengan orang dewasa. - ilustrasi.Loyola

Bisnis.com, JAKARTA - Gejala virus corona pada anak bisa terjadi selama berbulan-bulan dan gejalanya bisa meniru gejala long Covid-19 orang dewasa.

Para peneliti menganalisis kesehatan anak-anak yang terkena virus corona dalam beberapa bulan terakhir telah mengamati prevalensi beberapa tanda dan gejala pada anak-anak, yang mungkin terkait dengan Covid-19 jangka panjang.

Mengutip dari Times of India, Selasa (23/2/2021), temuan penelitian di medRxiv memperhitungkan 129 anak-anak, didiagnosis dengan Covid-19 (ringan atau parah) antara bulan Maret 2020 hingga November 2020. Berikut beberapa gejala long Covid-19:

1. Insomnia dan masalah kesehatan mental

Ini menjadi tanda paling aneh yang diamati pada anak-anak, pasien anak yang menderita virus corona. Anak yang terinfeksi Covid-19 cenderung memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan tidur dan komplikasi seperti insomnia.

Hal tersebut diamati pada seperlima anak yang menderita Covid-19. Insomnia juga merupakan gejala yang terlihat pada orang dewasa yang menderita virus corona.

2. Kesulitan pernapasan

Anak-anak lebih rentan terhadap infeksi pernapasan seperti pilek, flu, dan alergi, sindrom pascaCovid-19 juga dapat menyebabkan masalah pernapasan yang berkepanjangan pada anak-anak yang lebih kecil.

Hidung tersumbat, kesulitan bernapas, dada sesak, nyeri bisa menjadi tanda komplikasi pernapasan umum yang dapat diderita anak-anak setelah pertempuran Covid-19 yang sulit.

3. Nyeri dada

Keluhan sakit jantung juga bisa bisa terjadi pada anak-anak yang terinfeksi virus corona.

Beberapa laporan juga menunjukkan bahwa anak-anak mungkin juga memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita penyakit kronis setelah Covid-19, dibandingkan mereka yang tidak terinfksi virus.

4. Kelelahan, nyeri kronis

Kelelahan, nyeri kronis, dan mialgia (nyeri otot), yang kemungkinan besar disebabkan oleh peradangan dan serangan pada serat otot, sama seringnya terjadi pada anak-anak, seperti pada orang dewasa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anak sesak napas Virus Corona lelah Covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top