Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mutasi B117: Epidemolog Sebut Tak Perlu Skrining Massal, Asal...

Pola pengendalian yang utama tetap dapat dilakukan melalui 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas) dan disertai dengan 3T (tracing, testing, treatment).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 08 Maret 2021  |  16:13 WIB
Varian virus corona B117 - istimewa
Varian virus corona B117 - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Masuknya varian baru virus corona B117 di Indonesia tidak perlu direspons dengan mengubah strategi atau pola pengendalian Covid-19.

Epidemolog Universitas Gadjah Mada dr. Riris Andono Ahmad berpendapat bahwa pola pengendalian yang utama tetap dapat dilakukan melalui 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas) dan disertai dengan 3T (tracing, testing, treatment).

"Strateginya tetap sama. Strategi akan berubah apabila model transmisinya berubah. Misalnya dari 'droplet' ke 'airborne'," kata Riris saat dihubungi di Yogyakarta, Senin (8/3/2021).

Menurut riris, pola tracing atau pelacakan kasus Covid-19 dapat dilakukan seperti biasanya jika penularannya sejak awal terkendali. Namun, skrining secara massal dan luas di masyarakat perlu dilakukan apabila skala penyebarannya telah meluas.

"Jadi bukan masalah jenis virus atau mutasinya, tetapi lebih pada cara penularannya," lanjutya..

Meski demikian, Riris mengatakan apabila intensitas penerapan 5M dan 3T tidak ditingkatkan penularan memungkinkan terjadi lebih cepat. Hal ini mengingat daya tular B117 disebut-sebut 70 persen lebih tinggi dibandingkan varian biasa.

Adapun pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang saat ini diterapkan bisa saja efektif menghambat penularan sekalipun disertai varian baru corona B117, asalkan penerapan tersebut signifikan menekan mobilitas masyarakat.

"Cara yang efektif untuk menghentikan penularan ya dengan menghentikan mobilitas, karena transmisi itu kan berbanding lurus dengan mobilitas. Kalau mobilitas bisa dikurangi transmisinya juga akan berkurang," katanya.

Munculnya varian B117 dapat berdampak pada aspek kecepatan penambahan kasus yang kemudian berimplikasi pada penyediaan fasilitas kesehatan.

"Karena jumlah pasien yang dirawat meningkat, sehingga harus ada penambahan jumlah tempat tidur. Tapi untuk strategi pengendalian ya tetap sama," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Pokja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM dr Gunadi meminta masyarakat tidak terlalu khawatir berlebihan dengan B117 karena varian baru ini belum terbukti mempengaruhi derajat keparahan pada pasien Covid-19.

Menurut Gunadi, Kemenkes RI telah melakukan upaya yang tepat dengan melacak kontak erat dua tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Karawang yang terpapar virus Covid-19 varian baru B117, meski keduanya kini telah dinyatakan negatif.

"Yang jelas tetap lakukan protokol 5M (mengenakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas), selama ini kan itu cukup efektif," kata dia.

#satgasCovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Adaptasi Kebiasaan Baru B117

Sumber : Antara

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top