Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ruang Advokasi Keadilan Gender dalam Seni

Saat ini berkesenian di Indonesia belum ada perlindungan dan keberpihakan secara sistematis dari negara maupun pelaku industri seni terhadap seniman perempuan dan gender non biner.
Luke Andaresta
Luke Andaresta - Bisnis.com 08 Maret 2021  |  20:57 WIB
Ruang Advokasi Keadilan Gender dalam Seni
Karya lukisan figuratif Kemal Ezedine. JIBI/Bisnis - Tika Anggreni

Bisnis.com, JAKARTA- Bertepatan dengan Hari Perempuan Sedunia hari ini, sebuah organisasi non-profit, Koalisi Seni, meluncurkan laman advokasi yang mendorong keadilan gender dalam kegiatan berkesenian.

Melansir dari website Koalisi Seni, saat ini berkesenian di Indonesia belum ada perlindungan dan keberpihakan secara sistematis dari negara maupun pelaku industri seni terhadap seniman perempuan dan gender non biner.

Distribusi pengetahuan tentang kesadaran atau perspektif gender di pegiat seni dan pembuat kebijakan pun dinilai masih belum memadai. Sehingga, ketimpangan gender terjadi secara sistemik dalam ekosistem seni.

“Misalnya, sangat sedikit perempuan atau tidak ada gender non biner yang menempati posisi tinggi di pemerintahan sebagai pengambil kebijakan terkait seni. Ini terjadi di Direktorat Jenderal Kebudayaan maupun dinas terkait di pemerintah daerah”, tulis Koalisi Seni yang dikutip Bisnis pada Senin (8/3/2021).

Sementara itu, perempuan dan gender non biner pun dinilai kurang terwakili dalam pembacaan atas medan dan sejarah seni. Padahal, cukup banyak dari mereka yang memberikan kontribusi kepada ekosistem seni serta mencapai prestasi gemilang.

Belum lagi pelecehan seksual terhadap perempuan di ranah seni juga kerap terjadi. Koalisi Seni mengungkapkan bahwa banyak kasus tidak dilaporkan ataupun terlacak karena posisi penyintas kekerasan seksual yang melapor sangat rentan. Mereka harus menghadapi penghakiman publik dan kehilangan kesempatan karir, sehingga proses pemulihan trauma makin terhambat.

Advokasi yang akan dilakukan diantaranya adalah pendataan ketimpangan gender dalam pengambilan kebijakan terkait seni dan kasus kekerasan seksual berbasis gender dalam ekosistem seni, gulir wacana lewat op-ed yang dimuat di media massa dan produksi sinar (podcast), dan lobi untuk pengarusutamaan perspektif gender dalam lembaga negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

seni gender
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top