Wayang plat baja
Entertainment

Pertama Kalinya, Wayang Berbahan Plat Baja Dipentaskan di Indonesia

Mia Chitra Dinisari
Minggu, 14 Maret 2021 - 17:48
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pagelaran wayang merupakan salah satu kesenian tradisi yang tumbuh dan berkembang di masyarakat Jawa. Setiap bagian dalam pementasan wayang mempunyai simbol dan makna filosofis yang kuat.

Umumnya, wayang terbuat dari kulit atau wayang golek. Kini, untuk pertama kalinya, ada pementasan wayang terbuat dari plat baja ditampilkan PT Tata Metal Lestari (Tatalogam Group).

Pementasan wayang yang bahan dasarnya terbuat dari baja lapis zinc-aluminium atau Nexalume di gelar di Studio Mendut, Desa Mendut, Kec Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (14/3) pagi.

Wayang Nexalume yang dimainkan dalang Ki Sih Agung Prasetya ini sendiri merupakan karya seni hasil inovasi seorang seniman asal Magelang bernama Sujono Keron. Ia mengaku, ide awal membuat wayang dari Nexalume ini muncul setelah ia mendapat tawaran membuat seni instalasi luar ruangan dari rekannya sesama seniman. Kala itu ia diminta membuat wayang yang kuat terhadap cuaca dan juga tahan karat guna menghiasi objek wisata edukasi di wilayahnya.

“Dari sanalah ide muncul untuk membuat tokoh pewayangan dari bahan Nexalume agar tahan lama. Nexalume tidak akan keropos meski diterjang panas ataupun hujan sepanjang hari. Setelah disetujui, saya membuat 100 tokoh wayang dan 1 gunungan dari kisah Mahabharata dari Nexalume ini.,” jelas Sujono dikutip dari keterangan tertulisnya.

Selama ini, sujono memang sudah cukup akrab dengan kreasi Nexalumenya. Ia mengaku, sudah sejak tahun 2015, plat yang biasanya digunakan sebagai material bangunan seperti atap, talang, kuda kuda baja ringan, cladding/penutup dinding tersebut, diolah menjadi berbagai karya seni dan kerajinan tangan untuk wisatawan di sekitar Magelang.

Sujono sendiri kini mengajarkan keterampilannya kepada generasi muda di desanya. Keterampilan mengolah Nexalume menjadi aneka kerajinan ini diharapkan dapat membantu mereka untuk meningkatkan perekonomian mereka di saat pandemic seperti sekarang ini.

“Dalam kondisi seperti sekarang ini, semua dituntut untuk berinovasi. Tujuannya jelas untuk meningkatkan ekonomi. Nah selama ini saya juga mendidik generasi muda di sekitar kampung saya untuk membuat kerajinan dari nexalume agar nantinya mereka juga bisa berkreasi sendiri sehingga mampu meningkatkan perekonomi mereka,” terang Sujono lagi.

Langkah Sujono inipun mendapat apresiasi dan dukungan besar dari banyak pihak, khususnya dari PT Tata Metal Lestari (Tatalogam Group) selaku perusahaan pelapisan plat baja lapis anti karat pemegang merek dagang NEXALUME. Pementasan wayang Nexalume yang digelar kali ini pun dihelat guna memberikan ruang bagi kegiatan-kegiatan kesenian agar terus dapat berjalan dan berkembang, terutama di saat-saat pendemi sekarang ini.

“Tatalogam Group memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan, termasuk hal yang berhubungan dengan Kesenian dan kebudayaan. Selaras dengan nilai perusahaan yang menjunjung tinggi kreativitas dan Inovasi, Tatalogam Group selalu mendukung kegiatan-kegiatan seni dan budaya. Apalagi saat di masa pandemi ini, di mana banyak pekerja seni yang terhambat kegiatannya karena pembatasan di sana-sini. Tatalogam Group berusaha memberikan ruang bagi kegiatan-kegiatan kesenian agar terus dapat berjalan dan berkembang,” terang Vice Presiden Tatalogam Group, Stephanus Koeswandi.

Bagikan

Tags :


Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro