Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

4 Rahasia Umur Panjang, Cukup Lewat Makanan

Namun kata Dokter Umum di Inggris Nisa Aslam nyatanya memiliki umur panjang bisa dilakukan dengan diet murah dan sederhana
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 25 Maret 2021  |  12:36 WIB
Irisan ikan salmon di pasar swalayan - Reuters/Lucy Nicholson
Irisan ikan salmon di pasar swalayan - Reuters/Lucy Nicholson

Bisnis.com, JAKARTA - Memiliki umur panjang mungkin menjadi cita-cita setiap orang. Beberapa penelitian seperti yang pernah dipublikasi di Journal of Gerontology awal 2020 menyebut hidup sehat dengan angka harapan hidup yang tinggi bisa dinikmati oleh mereka yang punya kekayaan.

Namun kata Dokter Umum di Inggris Nisa Aslam nyatanya memiliki umur panjang bisa dilakukan dengan diet murah dan sederhana. Berikut daftarnya seperti dilansir dari Express UK, Kamis (25/3/2021).

Menurut Aslam salah satu perubahan sederhana adalah mengonsumsi makanan olahan susu rendah lemak, terutama yogurt tanpa rasa. Berikut daftarnya :

1. Yoghurt

"Yoghurt rendah lemak biasa kaya akan kalsium yang penting untuk kesehatan tulang dan rendah lemak, dengan manfaat tambahan tanpa tambahan gula," ujar Aslam.

Dia menambahkan yogurt juga menyediakan bakteri sehat untuk membantu menyeimbangkan populasi mikroba usus.

Mengutip penelitian, Aslam menyebut konsumsi rutin produk susu fermentasi seperti yogurt meningkatkan populasi bifidobakteri dan laktobasilus dan dapat membantu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.

2. Ungu

Penguat umur panjang lainnya adalah dengan memakan lebih banyak tanaman ungu seperti blackcurrant dari Selandia Baru.

"Tanaman ungu sering kali dilupakan atau tidak disukai tetapi mereka adalah pembangkit tenaga antioksidan dan ini berlaku terutama untuk blackcurrant Selandia Baru yang merupakan sumber antioksidan antosianin terkaya di dunia," jelasnya.

Antioksidan adalah senyawa yang berperan penting dalam melindungi tubuh kita. Kata Aslam penelitian menunjukkan bahwa blackcurrant yang ditanam di Selandia Baru dan dikonsumsi dalam suplemen blackcurrant memiliki manfaat kesehatan ekstra khusus karena memiliki efek antiinflamasi, antioksidan, dan vasodilatasi, yang berarti membantu menekan peradangan berbahaya dalam tubuh, meningkatkan penyembuhan, meningkatkan kekebalan, dan membantu kebutuhan kesehatan jantung..

Dia juga mengutip data yang menunjukkan bagaimana jam penuaan pada arteri dan pembuluh darah berbalik 10 tahun dengan mengonsumsi suplemen blackcurrant Selandia Baru seperti CurraNZ selama satu minggu.

Studi ilmiah lainnya juga menggambarkan bagaimana suplemen blackcurrant Selandia Baru yang sama juga meningkatkan toleransi glukosa dan sensitivitas insulin.

3. Tingkatkan asupan salmon

"Salmon adalah sumber vitamin D yang melimpah dan kita butuhkan dalam jumlah besar," tutur Aslam.

Dia menejelaskan bukti dari studi populasi menunjukkan hubungan antara tingkat vitamin D yang rendah dan masalah kesehatan seperti penurunan kognitif, depresi, osteoporosis, penyakit kardiovaskular, hipertensi, diabetes tipe 2, dan kanker.

Kadar vitamin D yang rendah juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian akibat Covid-19 dan keparahan penyakit.

Terlebih lagi, dari penelitian yang dilakukan selama 20 tahun lebih terhadap 78.000 orang dewasa Austria dan telah dipresentasikan pada pertemuan tahunan Asosiasi Eropa untuk Studi Diabetes 2019 di Barcelona, menemukan bahwa mereka yang memiliki kadar vitamin D rendah di darah, hampir tiga kali lebih mungkin meninggal selama masa studi dibandingkan dengan mereka yang memiliki tingkat vitamin D yang memadai.

4. Cari Sumber Vitamin D Lainnya

Tubuh menciptakan vitamin D dari sinar matahari langsung pada kulit saat berada di luar ruangan. Namun pada musim hujan pastinya kita tidak akan dapat asupan vitamin D yang cukup dari sinar matahari.

Namun kita bisa mendapat Vitamin D dari beberapa makanan seperti ikan sarden, herring dan mackerel. Vitamin D juga terdapat pada daging merah, hati, kuning telur, sereal hingga suplemen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makanan rusia
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top