Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vaksin Covid-19 Berbentuk Pil Bersiap Masuk Tahap Uji Klinis

Kabar gembira bagi Anda yang takut akan jarum suntik tetapi ingin mendapatkan vaksin Covid-19. Karena vaksin Covid-19 dalam bentuk pil yang dikembangkan oleh Oravax bersiap memasuki tahapan uji klinis.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 25 Maret 2021  |  14:54 WIB
Ilustrasi Kapsul. Vaksin oral memungkinkan orang untuk mengambil sendiri vaksin itu di rumah.  - Bloomberg
Ilustrasi Kapsul. Vaksin oral memungkinkan orang untuk mengambil sendiri vaksin itu di rumah. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Kabar gembira bagi Anda yang takut akan jarum suntik tetapi ingin mendapatkan vaksin Covid-19. Karena vaksin Covid-19 dalam bentuk pil yang dikembangkan oleh Oravax bersiap memasuki tahapan uji klinis.

Melansir Business Insider pada Kamis (25/3/2021), perusahaan patungan antara perusahaan Israel-Amerika Oramed dan perusahaan India Premas Biotech itu dikabarkan akan memulai uji klinis pil vaksin Covid-19 pada Juni 2021.

Vaksin pil digadang-gadang sebagai salah satu pilihan vaksin 'generasi kedua' yang dirancang agar lebih terukur, lebih mudah diberikan, dan lebih sederhana untuk didistribusikan.

Vaksin berbentuk pil juga diklaim dapat dikirim dalam lemari es normal dan disimpan pada suhu ruangan biasa. Kondisi itu tentunya membuatnya lebih mudah didistribusikan ke seluruh dunia.

"Vaksin oral memungkinkan orang untuk mengambil sendiri vaksin itu di rumah," CEO Oramed, Nadav Kidron.

Di laman resminya, Oramed menyatakan vaksin pil buatannya merupakan vaksin antigen rangkap tiga virus like particle (VLP) yang menargetkan tiga protein struktural. Vaksin tersebut diklaim mampu memberikan perlindungan terhadap seluruh mutasi yang muncul dari virus corona.

Dalam penelitian hewan percobaan, vaksin Covid-19 ini meningkatkan kekebalan sistemik melalui Immunoglobulin G (IgG), antibodi paling umum dalam darah dan cairan tubuh yang melindungi dari infeksi virus, dan Imunoglobulin A (IgA).

Walaupun demikian, tidak ada jaminan mengenai keberhasilan dari uji klinis tersebut. Apabila berhasil tentunya vaksin tersebut tidak bisa langsung digunakan. Diperlukan waktu satu tahun atau lebih sebelum vaksin itu diizinkan untuk digunakan.

Pakar medis University of East Anglia Paul Hunter meminta pengembang hati-hati. Dia menilai peneliti harus bisa menyediakan studi yang benar untuk membuktikan manfaatnya.

"Tapi vaksin tersebut mungkin bermanfaat pada orang yang sangat fobia jarum dan mungkin lebih mudah dan lebih cepat untuk diberikan," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Covid-19 uji klinis
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top