Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hati-Hati! Mudik Bisa Sebabkan Penularan Covid-19 ke Lansia

Iwan Ariawan, Tim Pakar Satgas Covid-19 sekaligus Ahli Biostatistik Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), menyampaikan kalangan lansia dan komorbid rentan tertular virus.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 06 April 2021  |  15:05 WIB
Vaksinasi warga lanjut usia (lansia) di Jakarta Utara. - Antara\\r\\n
Vaksinasi warga lanjut usia (lansia) di Jakarta Utara. - Antara\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Aktivitas mudik dapat menyebabkan penyebaran virus Covid-19 lebih masif, terutama kepada kalangan lanjut usia (lansia).

Iwan Ariawan, Tim Pakar Satgas Covid-19 sekaligus Ahli Biostatistik Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), menyampaikan kalangan lansia dan komorbid rentan tertular virus. Oleh karena itu, menjaga jarak menjadi sangat penting.

"Kalau mudik ke daerah, ke tempat orang tua, itu berpotensi menjadi kasus Covid-19 yang berat, sehingga menyebabkan kematian. Makanya lebih baik mencegah untuk tidak mudik," ujarnya, Selasa (6/4/2021).

Belakangan, kasus Covid-19 di Indonesia semakin berkurang, yang artinya semakin mendekati kondisi terkendali. Namun, bila mudik dilakukan, angka kasus Covid-19 dapat semakin melonjak, sehingga virus tidak terkendali.

"Sangat disayangkan bila kita sudah mendekati terkendali, malah menjauhi taraf terkendali lagi," imbuhnya.

Iwan pun menyimpulkan ada tiga alasan utama agar orang tidak mudik, yakni mengurangi risiko keluarga terinveksi Covid-19, mengurangi risiko penularan orang sekitar, dan mempercepat penanganan pandemi.

Berdasarkan data 2020, lonjakan kasus Covid-19 kerap terjadi setelah masa libur panjang, seperti Lebaran, Hari Kemerdekaan RI, serta yang tertinggi pada Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Iwan pun menjelaskan meskipun vaksinasi Covid-19 sudah berjalan, tetapi mudik harus tetap dilarang. Alasannya, jumlah orang yang sudah divaksin belum mencapai 80 persen dari penduduk untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok.

Kekebalan kelompok atau kekebalan kawanan adalah suatu bentuk perlindungan tidak langsung dari penyakit menular yang terjadi ketika sebagian besar populasi menjadi kebal terhadap infeksi, baik melalui infeksi sebelumnya atau vaksinasi, sehingga individu yang tidak kebal ikut terlindungi.

"Kita bersukur ada vaksin, tapi ini baru sebagian kecil belum capai 80 persen. Kita belum sampai pada situasi aman, makanya  menjaga supaya tidak tertular dan penyebaran Covid-19 berkurang," jelasnya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lansia Mudik Lebaran Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top