Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Naskah Karya Ulama Jawi 1900-1960 Masehi Hadir di Pameran Jejak Ulama Jawi di Kairo

Ketua PMIK Dede Rohmatul Farid mengungkapkan pameran ini merupakan manifestasi awal dari usaha pengarsipan dan penelitian sarjana dan mahasiswa Indonesia di Kairo atas naskah lama karya Ulama Jawi di Kairo. Menurutnya, upaya ini sudah berjalan mulai 10 tahun lalu.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 06 April 2021  |  20:11 WIB
Pameran Jejak Ulama Jawi di Cairo - Kemlu.go.id
Pameran Jejak Ulama Jawi di Cairo - Kemlu.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Perpustakaan Mahasiswa Indonesia Kairo (PMIK) dengan Pojok Peradaban menyelenggarakan Seminar dan Pameran “Jejak Ulama Jawi di Cairo" yang berlangsungg hingga 4 April 2021 di Wisma Nusantara, Nasr City, Mesir.

Ketua PMIK Dede Rohmatul Farid mengungkapkan pameran ini merupakan manifestasi awal dari usaha pengarsipan dan penelitian sarjana dan mahasiswa Indonesia di Kairo atas naskah lama karya Ulama Jawi di Kairo. Menurutnya, upaya ini sudah berjalan mulai 10 tahun lalu.

"Fase selanjutnya, kodikologi dan digitalisasi atas karya-karya tersebut akan terus kami lanjutkan. Kami memohon dukungan dari seluruh pihak untuk misi mulia ini," katanya dalam laman Kementerian Luar Negeri pada Selasa (6/4/2021).

Terdapat 63 naskah karya ulama Jawi/nusantara cetakan Kairo berbahasa Arab dan Pegon pada kurun waktu 1900-1960 Masehi yang berhasil dihimpun oleh panitia pameran.

Pada hari terakhir pameran, panitia mendapatkan 30 naskah lama karya ulama Jawi, koleksi Nurhadi, mahasiswa asal Perak, Malaysia. 

Selain itu, panitia juga mendapatkan tambahan koleksi sebuah naskah asal Mojokerto, koleksi Ima Maghfirah, mahasiswi Indonesia.

Fragmen naskah ini belum diketahui penulisnya, namun berdasarkan cap kertas Pro Satria asal Inggris, diperkirakan ditulis pada 1800-an.

Mayoritas naskah-naskah karya ulama Jawi terserbut diperoleh dari Perpustakaan Musthafa el-Baby el-Halaby, Mesir.

Perpustakaan ini didirikan pada 1859 oleh Ahmad al-Halabi, imigran asal Syria dan menerbitkan karya-karya ulama nusantara dalam berbagai bidang ilmu agama dan ilmu terapan.

Menurut Kurator Galeri Miftah Wibowo, dalam laman Kemenlu, peran ulama nusantara sangat signifikan dalam meningkatkan kekayaan intelektual di Timur Tengah, termasuk Mesir khususnya Al-Azhar.

Saat itu telah terjadi gerakan intelektual yang cukup masif ditandai dengan munculnya sebuah komunitas yang disebut dengan Ashhab Al-Jawiyyin pada abad ke-14.

Bukti otentiknya adalah adanya Ruwaq Jawi di Masjid Al-Azhar, yang menghasilkan ulama sekaliber Abdul Mannan Dipomenggolo asal Termas Pacitan. Selain itu, adalah puluhan bahkan ratusan naskah karya ulama Jawi tersebar di percetakan-percetakan Kairo.

Duta Besar Indonesia untuk Mesir Lutfi Rauf menuturkan kiprah dan kontribusi ulama Jawi dalam pengembangan suatu peradaban dan bangsa juga telah diakui oleh berbagai negara di Timur Tengah.

"Banyak sekali ilmu pengetahuan serta informasi dari naskah ini yang digunakan sebagai rujukan dalam menambah pemahaman tentang pemikiran-pemikiran ulama nusantara yang telah berkiprah di Universitas Al-Azhar, universitas Islam yang tertua di dunia," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pameran ulama
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top