Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jenis Pemeriksaan Kesehatan yang Diperlukan Usia Produktif dan Lansia

Pemeriksaan berkala penting dilakukan untuk mengetahui berbagai risiko penyakit baik yang bergejala maupun tidak.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 April 2021  |  10:32 WIB
Petugas vaksinator menunjukkan tensi darah Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir Iskandar saat proses pemberian vaksin Covid/19. istimewa
Petugas vaksinator menunjukkan tensi darah Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir Iskandar saat proses pemberian vaksin Covid/19. istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Perubahan gaya hidup dan bertambahnya usia dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, penyakit jantung, pembuluh darah hingga kanker. Oleh, karenanya pemeriksaan kesehatan secara wajib untuk dilakukan.

Pemeriksaan kesehatan biasanya meliputi pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan organ-organ penting seperti jantung, otak, paru, ginjal, pemeriksaan tulang, komposisi tubuh, mata, gigi, dan lainnya. Sebab tidak semua masalah kesehatan menunjukkan gejala pada tahap awal.

Dokter spesialis penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr. Imelda Maria Loho, Sp.PD mengatakan, pemeriksaan berkala penting dilakukan untuk mengetahui berbagai risiko penyakit baik yang bergejala maupun tidak.

"Kolesterol tinggi enggak ada gejala seperti sakit-sakit leher. Sakit leher itu karena posisi duduk yang tidak benar. Darah tinggi juga sering tidak bergejala, tapi tiba-tiba tekanannya bisa sampai 200, terus tiba-tiba datang ke rumah sakit sudah dengan penyakit komplikasinya, yang bergejala justru yang komplikasi bukan penyakit utamanya," kata Imelda dalam webinar "Pemeriksaan Kesehatan Berkala, Apa yang Harus Diperhatikan,” Kamis (8/4/2021).

Dia menyebut, beberapa pemeriksaan yang wajib untuk dilakukan secara berkala yakni indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, lingkar perut, penglihatan, pendengaran, fungsi jantung dan fungsi paru.

Ada juga beberapa pemeriksaan tambahan, yakni cek kadar lemak (4-6 tahun sekali), cek gula (3 tahun sekali untuk 45 tahun ke atas), cek urin (ibu hamil trimester pertama/kedua), pemeriksaan payudara, foto dada (setiap tahun khususnya perokok berat), rekam jantung (setiap tahun), cek feses (1-2 tahun untuk usia 50-70 tahun) dan IVA & pap smear (3 tahun sekali untuk 25-69 tahun).

"Pemeriksaan itu tidak bisa dipukul rata pada setiap orang tergantung, tergantung usia dan pemeriksaan apa yang dilakukan, terpenting tidak perlu menunggu gejala muncul," ujar Imelda.

Untuk laki-laki usia produktif jenis pemeriksaan yang perlu dilakukan adalah: tekanan darah, IMT, lingkar perut, mata, jantung, paru. Pada laki-laki usia menjelang lansia adalah gula darah, kadar lemak, tekanan darah, IMT, lingkar perut, pemeriksaan fisik rutin, cek feses darah samar dan foto dada.

Sedangkan, pemeriksaan untuk laki-laki usia lansia adalah: gula darah, kadar lemak, tekanan darah, IMT, lingkar perut, mata, jantung dan paru.

Sementara, pada wanita usia produktif, pemeriksaan yang harus dilakukan adalah: tekanan darah, IMT, lingkar perut, mata, jantung, paru, IVA/pap smear.

Pada wanita usia menjelang lansia pemeriksaan yang perlu dilakukan adalah: gula darah, kadar lemak, tekanan darah, IMT, lingkar perut, mata, jantung, paru, cek feses, foto dada, IVA & pap smear dan payudara.

Untuk wanita lansia pemeriksaan yang wajib dilakukan adalah: gula darah, kadar lemak, tekanan darah, IMT, lingkar perut, mata, jantung dan paru.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan lansia usia produktif

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top