Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dokter Ortopedi Turun Tangan Bantu Korban Bencana Alam NTT

Perhimpunan Ahli Bedah Ortopedi Indonesia (PABOI) dan Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) mengerahkan tim medis gabungan dari wilayah terdekat untuk segera menangani para korban bencana alam di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 09 April 2021  |  13:07 WIB
Sejumlah warga Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang mencari para korban banjir bandang yang masih belum ditemukan, Minggu (4/4/2021). - Antara
Sejumlah warga Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang mencari para korban banjir bandang yang masih belum ditemukan, Minggu (4/4/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Perhimpunan Ahli Bedah Ortopedi Indonesia (PABOI) dan Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) mengerahkan tim medis gabungan dari wilayah terdekat untuk segera menangani para korban bencana alam di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bencana alam berupa banjir bandang, angin kencang, dan longsor yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat darurat bencana alam di wilayah tersebut.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI) Edi Mustamsir mengatakan bahwa dalam situasi darurat saat ini diutamakan penanganan pasien yang mengalami masalah Muskoloskeletal, yaitu penyakit yang terkait dengan tulang dan sendi.

PABOI dan PDEI mengerahkan tim medis yang terdiri dari 6 dokter spesialis ortopedi dan 1 dokter spesialis anestesi, serta dua orang perawat operasi ortopedi.

"Kami sudah berkoordinasi dengan PABOI di berbagai wilayah agar menyiapkan tenaga medis yang akan dirotasi setiap pekan. Hal ini untuk menjaga stamina para tenaga medis yang bertugas juga untuk menghindari kelelahan secara fisik dan mental agar mereka tetap bisa berperforma secara maksimal menangani pasien,” papar Edi pada keterangan resmi yang diterima Bisnis, Jumat (9/4/21)

Para tim medis tersebut berangkat pada 6 April 2021 dari Makassar menuju Maumere yang kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju Larantuka pada hari yang sama.

Setibanya di Larantuka, keempat tim medis tersebut akan bersiap melakukan operasi Muskoloskeletal bagi para korban yang sudah dievakuasi ke RSUD Larantuka.

Sesudah menangani para korban di RSUD Larantuka, tim medis gabungan PABOI dan PDEI ini terbagi menjadi dua tim yang menuju ke wilayah Lembata dan wilayah Alor.

Para tim medis tersebut berangkat menuju lokasi dengan bantuan transportasi udara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis (8/4/21) sore.

Di Alor, mereka akan menangani pasien di dua lokasi yaitu Desa Tamakh, Kecamatan Pantar Tengah dan Desa Kaleb, Kecamatan Pantar Timur di RSUD Kalabai.

Ketua Tim Mitigasi PB IDI Adib Khumaidi meminta pemerintah dan petugas penanganan bencana agar tetap menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid di area bencana. Para tim medis juga harus lebih waspada agar tidak terpapar Covid selama menangani pasien.

Tim PABOI dan PDEI juga membuka bantuan donasi alat medis dan obat-obatan bagi para korban melalui berbagai cabang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bencana alam tenaga medis siklon tropis bmkg
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top